Cut Safriyana Buktikan Kreativitas Tak Bisa Digantikan AI

  • 13 Agt 2026 16:17 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Cut Safriyana, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Teuku Umar, memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu sarana belajar dan mencari inspirasi sebelum mengikuti kompetisi Penulisan Lakon Peksimida Aceh 2026.

Namun, penggunaan AI tidak serta-merta membuat proses kreatif menjadi lebih mudah. Cut Safriyana justru menemukan bahwa ide yang dihasilkan teknologi terkadang berkembang terlalu jauh dan tidak sesuai dengan gagasan yang ingin dibangun.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting baginya bahwa AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia.

Dalam proses persiapannya, Cut Safriyana menggunakan AI untuk membantu melakukan brainstorming dan melihat kemungkinan hubungan antara satu ide dengan ide lainnya. Cara tersebut membantunya membuka perspektif baru dalam mengembangkan gagasan.

Meski demikian, ia tetap melakukan penyaringan dan pengembangan terhadap ide yang diperoleh. Menurutnya, penggunaan teknologi tetap membutuhkan kemampuan manusia untuk mengoreksi, menyesuaikan, serta menentukan apakah sebuah gagasan sesuai dengan kebutuhan karya.

Menariknya, ketika memasuki kompetisi Penulisan Lakon Peksimida Aceh 2026, peserta harus bekerja tanpa gawai dan akses internet. Tema penulisan bahkan baru diberikan pada hari perlombaan.

Situasi tersebut membuat Cut Safriyana harus sepenuhnya mengandalkan kemampuan berpikir dan kreativitas yang telah dilatih sebelumnya. Ia sempat merasa khawatir tidak mampu menyelesaikan naskah, tetapi akhirnya mampu menyelesaikannya.

Penulisan lakon sendiri memiliki tingkat kompleksitas tersendiri. Penulis tidak hanya memikirkan alur cerita, tetapi juga harus membayangkan bagaimana naskah tersebut akan dipentaskan. Unsur ekspresi pemain, pencahayaan, suara, hingga durasi pementasan menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan.

Menurut Cut Safriyana, pengalaman tersebut membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi teman belajar selama digunakan secara tepat. AI dapat membantu memunculkan pemantik ide, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak menggunakan AI dengan cara mengambil jawaban secara mentah. Kemampuan berpikir, mengevaluasi, dan mengembangkan gagasan tetap diperlukan agar teknologi benar-benar memberikan manfaat.

Prestasi sebagai Juara I Penulisan Lakon Peksimida Aceh 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas, latihan, dan kemampuan berpikir tetap menjadi faktor penting dalam menghasilkan karya, bahkan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....