Raidha, Voice Talent Aceh, Kreativitas dan Emosi Jadi Kekuatan Voice Over Anti-AI

  • 16 Jun 2026 11:02 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini mampu menghasilkan suara digital dengan kualitas semakin realistis, profesi voice over (VO) atau pengisi suara masih memiliki peluang besar untuk berkembang. Kemampuan menghadirkan emosi, karakter, dan sentuhan personal menjadi keunggulan yang dinilai sulit digantikan oleh teknologi.

Hal tersebut disampaikan oleh Raidha Putri Ananda, seorang voice talent yang telah aktif berkecimpung di dunia voice over sejak tahun 2023, di studio Pro 2 RRI Meulaboh program talkshow Sore Ceria. Senin, 15 Juni 2026

Selama lebih dari dua tahun menekuni profesi tersebut, Raidha atau lebih akrab disapa Rey, telah menangani sekitar lenih kurang 10 proyek voice over untuk berbagai kebutuhan konten dan media digital.

Rey, mengaku tertarik menekuni dunia voice over karena memberikan kesempatan untuk berkarya tanpa harus tampil di depan kamera. Baginya, bekerja di balik layar justru menjadi daya tarik tersendiri.

"Saya memang senang bekerja di balik layar. Melalui voice over, saya bisa menyalurkan kreativitas, membantu menyampaikan pesan kepada audiens, sekaligus menghasilkan cuan dari kemampuan yang saya miliki," ujar Rey.

Menurutnya, perkembangan AI memang membawa perubahan besar dalam industri kreatif. Namun, kemampuan manusia dalam memahami emosi dan konteks sebuah naskah masih menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan oleh klien.

Ia menjelaskan bahwa seorang voice talent tidak hanya membaca teks, tetapi juga harus mampu menghidupkan pesan melalui intonasi, ekspresi vokal, dan penghayatan yang sesuai dengan kebutuhan proyek.

"AI bisa menghasilkan suara yang bagus, tetapi untuk kebutuhan yang memerlukan emosi dan kedekatan dengan pendengar, peran manusia masih sangat penting. Setiap naskah memiliki karakter yang berbeda dan itu membutuhkan interpretasi yang tidak selalu bisa dilakukan oleh teknologi," jelasnya.

Rey yang juga merupakan bagian dari voice people aceh Atau komunitas voice over talent aceh. Yang mana Komunitas Voice People Aceh sendiri, terus mendorong para anggotanya untuk mengembangkan kompetensi melalui pelatihan, diskusi, dan kolaborasi kreatif.

Langkah tersebut dilakukan agar para voice talent lokal dapat beradaptasi dengan perkembangan industri sekaligus mempertahankan identitas dan keunikan suara manusia.

“AI seharusnya dipandang sebagai alat bantu, bukan ancaman. Justru ini menjadi momentum bagi para voice talent untuk menunjukkan bahwa kreativitas, empati, dan interpretasi manusia memiliki nilai yang tidak bisa diukur hanya dari teknologi,” tambahnya.

Sebagai voice talent yang aktif di Aceh, Rey berharap semakin banyak generasi muda yang berani menekuni profesi voice over secara serius. Ia juga berharap talenta-talenta lokal dapat menunjukkan kualitasnya hingga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Jangan takut untuk memulai meskipun merasa suara yang dimiliki belum sempurna. Setiap voice talent profesional juga memulai dari proses belajar yang panjang. Yang terpenting adalah terus berlatih, memperbaiki teknik, membangun kepercayaan diri, dan berani mencoba ” ujar Rey.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....