Kuliah Jalan, Emas Pun Datang! Kisah Mahasiswa UTU di Prapora Aceh 2026
- 25 Mei 2026 21:21 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Dari lapangan tenis hingga ruang kuliah, kisah inspiratif datang dari Aceh Barat. Seorang mahasiswa semester akhir sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas di ajang Prapora Aceh 2026, sekaligus membuktikan bahwa disiplin dan manajemen waktu dapat mengantarkan mahasiswa pada prestasi gemilang di bidang olahraga.
Prestasi tersebut diraih oleh Ferdian Herliandi, mahasiswa semester enam Program Studi Teknologi Hasil Pertanian di Universitas Teuku Umar yang sukses membawa pulang medali emas cabang tenis pada ajang Pra Pekan Olahraga Aceh (Prapora) 2026.
Dalam dialog bersama penyiar di program Sore Ceria Pro 2 RRI Meulaboh, Ferdian mengaku telah mengenal olahraga tenis sejak duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Ia pertama kali diperkenalkan oleh almarhum ayahnya yang juga seorang pemain tenis.
“Yang pertama mengenalkan olahraga tenis ini adalah almarhum ayah saya yang juga pemain tenis. Beliau mengajak saya ke lapangan untuk mengenal tenis, dari situ saya mulai mencoba sampai akhirnya fokus hingga sekarang,” ujar Ferdian .
Perjalanan panjang itu mengantarkannya mengikuti berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional, sebelum akhirnya tampil di ajang Prapora Aceh 2026 bersama tim tenis Aceh Barat.
Dalam ajang tersebut, Ferdian bersama tim tampil konsisten sejak fase penyisihan hingga final yang berlangsung ketat dan penuh tekanan.
“Momen paling menegangkan itu saat final melawan Kabupaten Pidie. Pertandingannya sangat dramatis,” ungkapnya.
Ia menyebut kemenangan tersebut tidak lepas dari latihan intensif yang dijalani jauh sebelum pertandingan, termasuk program latihan hingga enam kali dalam sepekan yang fokus pada teknik, fisik, dan strategi permainan.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa semester akhir, Ferdian tetap berusaha menjaga keseimbangan antara akademik dan olahraga.
“Pagi sebelum kuliah saya sempatkan jogging dan latihan ringan. Setelah kuliah, sore hari saya kembali latihan tenis sampai malam,” jelasnya.
Meski padat aktivitas, ia mengaku sempat merasakan kelelahan. Namun, dukungan keluarga, tim, serta pelatih menjadi penguat untuk terus bertahan.
“Motivasi saya datang dari diri sendiri, keluarga, dan teman-teman tim yang selalu saling mendukung. Terutama almarhum ayah saya yang mengenalkan tenis sejak awal,” katanya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat meraih prestasi di berbagai bidang selama memiliki disiplin, konsistensi, dan manajemen waktu yang baik. Kisah Ferdian juga menunjukkan bahwa dukungan lingkungan dan keluarga berperan penting dalam membentuk atlet berprestasi.
Ke depan, Ferdian menargetkan prestasi lebih tinggi bersama tim tenis Aceh Barat pada ajang Pora Aceh Jaya, dengan harapan mampu kembali membawa pulang medali emas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....