Dari Pesantren ke Panggung AKSI 2026, Perjalanan Dakwah Ustad Habibi
- 19 Mei 2026 14:57 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh: Nama Ustad Habibi kini tengah menjadi perhatian publik setelah berhasil meraih gelar juara dalam ajang pencarian bakat dakwah AKSI 2026. Penampilannya yang santun, pembawaan yang tenang, serta materi ceramah yang menyentuh hati membuat dirinya mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia.
Ustad Habibi mengatakan, predikat juara pertama dalam ajang dakwah bukan sekadar tentang kemenangan, melainkan amanah besar untuk terus menjalankan syiar Islam di tengah masyarakat.
“Ketika dipilih menjadi juara satu di ajang dakwah, itu tidak hanya mendapatkan gelar juara. Ada amanah yang harus diemban dan tugas dakwah yang harus dijalankan setelahnya. Alhamdulillah, selama kurang lebih satu bulan terakhir kami sudah menyapa masyarakat Aceh,” ujarnya dalam program Sore Ceria pada Kamis (14/5/2026) di Pro2 RRI Meulaboh.
Mengenai awal mula terjun ke dunia dakwah, Ustad Habibi mengaku memiliki latar belakang pendidikan pesantren. Sejak kecil, dirinya tumbuh dan menimba ilmu di lingkungan pesantren, sehingga nilai-nilai dakwah telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Ia menjelaskan, keputusannya menekuni dunia dakwah berangkat dari keinginan untuk memberikan manfaat kepada orang lain sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
“Saya melihat di mana saya bisa berkontribusi, di mana saya bisa memberi manfaat, dan di mana saya bisa memberikan pengaruh baik kepada orang-orang sekitar. Saya merasa bisa berbagi ilmu melalui panggung dakwah, maka profesi itu saya tekuni,” ungkapnya.
Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa berdakwah harus berjalan beriringan dengan proses belajar yang tidak pernah berhenti.
“Sampai sekarang saya masih terus belajar. Bagi saya, berdakwah dan belajar harus berjalan beriringan, karena berdakwah adalah berbagi ilmu, bukan berarti berhenti mencari ilmu,” tambahnya.
Saat ini, Ustad Habibi tengah menempuh pendidikan di Kota Tarim, Yaman. Meski disibukkan dengan aktivitas pendidikan, ia menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menuntut ilmu sekaligus berbagi ilmu kepada masyarakat.
“Fokus saya akan tetap mencari ilmu dan berbagi ilmu, karena di situlah saya memiliki potensi dan di situlah saya bisa berkontribusi,” ujarnya.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, aktivitas dakwah tetap menjadi bagian penting dalam kesehariannya. Menurutnya, menuntut ilmu dan menjalankan dakwah harus berjalan beriringan sebagai bentuk pengabdian serta upaya memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....