Tips Tanam Cabai Rawit Agar Panen Melimpah
- 13 Feb 2026 20:23 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Tren berkebun di lahan sempit atau urban farming kian digandrungi masyarakat perkotaan. Salah satu komoditas primadona yang paling banyak ditanam adalah cabai rawit. Jum,at 3 Februari 2026.
Selain harganya yang sering melonjak di pasaran, menanam cabai rawit sendiri menjamin kesegaran dan bebas pestisida kimia berbahaya.
Namun, tidak sedikit pemula yang mengeluh tanamannya kerdil atau bunganya sering rontok sebelum menjadi buah. Berikut adalah tips ahli agar tanaman cabai rawit di rumah Anda berbuah lebat dan berkualitas unggul :
1. Seleksi Benih Jangan Asal Tanam
Kunci utama keberhasilan dimulai dari benih. Para ahli menyarankan untuk menggunakan benih dari varietas unggul yang bisa dibeli di toko pertanian atau melakukan seleksi mandiri. "Cara termudah adalah merendam biji dalam air hangat. Buang yang mengapung, dan pilih yang tenggelam karena itu yang paling bernas dan siap tumbuh," ujar pakar hortikultura dalam sebuah diskusi daring baru-baru ini.
2. Racikan Media Tanam "Super"
Tanah saja tidak cukup. Untuk penanaman di pot atau polybag, gunakan campuran tanah, pupuk kandang yang sudah matang (terfermentasi), dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Media yang poros (tidak menyimpan air berlebih) sangat penting untuk mencegah pembusukan akar.
3. Teknik 'Potong Pucuk' untuk Cabai Rimbun
Ingin pohon cabai pendek tapi rimbun? Rahasianya ada pada teknik pemangkasan. Saat tanaman mencapai tinggi 15-20 cm atau memiliki 6-8 daun sejati, potonglah pucuk utamanya. Langkah ini akan merangsang pertumbuhan tunas samping yang lebih banyak, yang nantinya akan menjadi tempat munculnya bunga dan buah.
4. Nutrisi Tepat: Jangan Lupa Unsur Mikro
Selain pupuk NPK rutin setiap dua minggu, penggunaan bahan dapur seperti air cucian beras atau sedikit micin (MSG) yang dilarutkan dalam air kocor terbukti efektif merangsang pertumbuhan bunga. Pada fase pembuahan, pastikan tanaman mendapat cukup sinar matahari minimal 6-8 jam sehari.
5. Waspada Hama "Kutu Kebul"
Masalah utama cabai rawit adalah daun mengerut (keriting) akibat serangan kutu. Untuk pencegahan alami di rumah, Anda bisa menyemprotkan larutan sabun pencuci piring cair yang sangat encer atau ekstrak bawang putih ke bagian bawah daun secara berkala.
Dengan ketelatenan dalam perawatan, cabai rawit biasanya sudah bisa dipanen pada usia 3 bulan setelah tanam. Hasil panen yang melimpah tentu tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan dapur sendiri, tapi juga bisa dibagikan ke tetangga atau bahkan dijual.
Ingin segera memulai? Pastikan Anda menyiapkan pot dengan drainase yang baik agar air tidak menggenang saat musim hujan tiba. Selamat berkebun!
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....