Food Vlogger Peluang Cuan Menarik Bagi Anak Muda
- 30 Sep 2025 18:36 WIB
- Meulaboh
KBRN,Meulaboh : Untuk membangun personal branding sebagai food vlogger, perlu menemukan keunikan diri, menentukan nilai yang ditawarkan, konsisten dalam membuat konten berkualitas, membangun koneksi dengan audiens, serta menggunakan platform digital secara strategis. Disampaikan oleh Food Vlogger yaitu Muhammad Hanif Hasballah di Program Sore Ceria melalui via telpon di stidio Pro 2 Meulaboh. Selasa(30/92025)
Hanif mulai aktif di youtube dari tahun 2016, dan untuk konten kuliner mulai konsisten di tahun 2020 sampai saat ini, menariknya konten kuliner nya bertema tentang kuliner daerah, terutama daerah Aceh. Yang ingin mencari referensi kuliner khas daerah Aceh bisa langsung nonton channel youtube Muhammad Hanif Hasballah. Untuk saat ini hanya aktif di youtube dan Instagram @emhanief.
Untuk menjadi food vlogger pemula, fokuslah pada menemukan gaya unik, konsisten mengunggah konten berkualitas, memanfaatkan peralatan yang ada seperti ponsel, dan belajar keterampilan dasar seperti mengedit video dan foto secara otodidak. Selain itu, tentukan niche atau fokus konten spesifik, jangan malu memulai, dan promosikan video ke berbagai media sosial untuk membangun audiens. Ujarnya
Ditengah persaingan platform media seperti tiktok dan Instagram, Hanif masih tetap memilih YouTube untuk membangun konten video berdurasi panjang yang mendalam dan informatif, karena platform ini mendukung penjelasan mendalam, memungkinkan penemuan konten melalui mesin pencari, serta menyediakan peluang monetisasi yang lebih stabil dan beragam melalui iklan (AdSense) dan kemitraan.
Sementara TikTok dan Instagram unggul dalam konten viral dan cepat, YouTube cocok untuk vlogger yang ingin membuat konten tutorial, review mendalam, atau membangun komunitas yang lebih loyal melalui narasi panjang.
Harapan kedepan, agar food vlogger pemula bisa menghasilkan cuan (uang) dapat terwujud jika mereka konsisten menciptakan konten berkualitas. Kunci utamanya adalah investasi waktu dan konsistensi, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan tren kuliner. ujarnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....