Berhutang Sebabkan Gangguan Emosi dan Kesehatan Mental

  • 23 Sep 2025 18:48 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh : Berhutang bisa terasa adiktif karena memberikan kepuasan instan dari pembelian, mirip dengan perilaku adiktif lainnya, dan dapat memengaruhi sistem penghargaan otak.

Selain itu, kebiasaan berhutang untuk menutupi hutang sebelumnya dapat menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus karena perasaan kewalahan dan tekanan finansial, serta dampak emosional seperti stres, kecemasan, dan hilangnya harga diri.

Faktor psikologis dan neurologis

1. Kepuasan Instan,

Berhutang memberikan akses langsung ke barang atau jasa yang diinginkan, memberikan imbalan instan yang memuaskan dan mendorong perilaku belanja berulang.

2. Aktivasi Otak,

Penelitian menunjukkan bahwa wilayah otak tertentu, seperti nukleus akumbens, yang terkait dengan antisipasi imbalan, menjadi lebih aktif ketika seseorang membuat keputusan keuangan berisiko, seperti berhutang.

3. Imitasi Kecanduan Lain,

Dorongan untuk berhutang sering kali mirip dengan keinginan akan kepuasan instan yang menjadi ciri kecanduan lainnya, seperti permainan judi atau konsumsi narkoba, yang juga memengaruhi otak.

Faktor emosional

1. Menutupi Keadaan Tidak Nyaman,

Berhutang bisa menjadi cara untuk mengatasi perasaan tidak nyaman, seperti terancam atau malu karena masalah keuangan, demi mendapatkan kembali rasa nyaman.

2. Lingkaran Setan Utang,

Ketika tagihan menumpuk, orang mungkin tergoda untuk berhutang lagi demi melunasi utang lama. Ini menciptakan siklus yang sulit dihentikan, yang justru memperburuk masalah keuangan.

3. Perasaan Kewalahan,

Beban utang yang terus-menerus dapat menyebabkan perasaan kewalahan, putus asa, dan kecemasan, yang membuat seseorang merasa tidak berdaya dan semakin ingin melarikan diri dari masalah, terkadang dengan berhutang lagi.

4. Dampak pada perilaku

Pengambilan Keputusan Merugikan: Dorongan untuk mendapatkan imbalan instan dapat mendorong individu membuat keputusan keuangan yang merugikan kesejahteraan jangka panjang.

5. Perilaku Menghindar,

Setelah berhutang, seseorang mungkin merasa malu dan memilih untuk menghindari pembayaran utang atau bahkan menghindar dari orang yang menagih, yang dapat menyebabkan masalah lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....