Makanan ini Biasanya ramai di Serbu Saat 17 Agustus

  • 19 Agt 2026 22:18 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID,Meulaboh – Halo Sobat Merdeka! Bagaimana perayaan 17 Agustus-an di lingkunganmu? Sudah pasti ramai dengan lomba-lomba seru dan suara tawa, kan? Rabu, 19 Agustus 2026.

Tapi, jujur saja, setelah lelah teriak-teriak mendukung tim tarik tambang atau berjuang memasukkan paku ke dalam botol, perut pasti mulai "keroncongan". Nah, di momen inilah biasanya ada satu "bintang utama" kuliner yang kehadirannya sangat dinanti dan langsung "diserbu" warga.

Ya, apalagi kalau bukan Nasi Tumpeng!

Hidangan satu ini seolah sudah menjadi harga mati dalam setiap perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, mulai dari tingkat RT, kantor, hingga istana negara. Tapi kenapa sih makanan ini bisa sedemikian populernya saat Agustusan? Yuk, kita bahas santai alasannya!

1. Simbol Syukur yang 'Nendang' di Lidah

Nasi tumpeng, dengan bentuknya yang mengerucut tinggi layaknya gunung, bukan tanpa makna. Bentuk ini melambangkan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia.

Nasi yang digunakan biasanya nasi kuning (simbol kemakmuran dan kekayaan alam) atau nasi putih (simbol kesucian). Menyantap tumpeng bersama setelah upacara atau lomba adalah cara warga merayakan nikmat kemerdekaan dengan cara yang paling nikmat pula.

2. 'Gotong Royong' di Atas Nampan

Lihat saja lauk-pauk yang mengelilingi si kerucut nasi. Ada ayam goreng, telur dadar iris, perkedel tempe, urap sayuran, sambal goreng ati, hingga kerupuk. Keanekaragaman lauk ini bukan cuma bikin mata "hijau", tapi juga melambangkan Bhinneka Tunggal Ika—berbeda-beda tapi tetap satu jua.

Persiapan membuat tumpeng pun biasanya dilakukan secara gotong royong oleh ibu-ibu PKK atau warga sekitar. Semangat kebersamaan inilah yang membuat rasa tumpeng 17-an terasa jauh lebih lezat dibanding hari biasa.

3. Ritual 'Potong Puncak' yang Ditunggu

Momen yang paling mendebarkan (dan bikin lapar) adalah saat prosesi pemotongan tumpeng. Biasanya, puncak tumpeng dipotong oleh orang yang dituakan atau dihormati di lingkungan tersebut, lalu diberikan kepada sosok yang dianggap berjasa atau yang paling muda sebagai simbol estafet perjuangan.

Setelah potongan pertama itu, barulah warga "menyerbu" nampan tumpeng. Suasana riuh, rebutan lauk favorit, dan makan bersama di atas daun pisang menjadi pemandangan paling hangat yang menguatkan tali silaturahmi antarwarga.

4. Estetik dan 'Instagramable'

Di era media sosial seperti sekarang, nasi tumpeng 17-an juga mengalami "evolusi". Sekarang banyak tumpeng yang dihias sedemikian rupa dengan tema kemerdekaan. Ada tumpeng merah putih (menggunakan nasi merah dan putih), hiasan bendera kecil, hingga ukiran sayuran berbentuk burung garuda.

Sebelum diserbu, tumpeng cantik ini wajib "difoto dulu" untuk diunggah di Instagram atau WhatsApp Story. Kuliner yang estetik sekaligus sarat makna? Tentu saja jadi buruan!

Nah, itu dia Sobat Merdeka, alasan mengapa nasi tumpeng selalu jadi primadona yang paling ramai "diserbu" saat 17 Agustus-an. Ia bukan sekadar makanan pengganjal perut, melainkan simbol syukur, persatuan, dan kebahagiaan kita sebagai satu bangsa.

Kalau di tempatmu, apa lauk tumpeng yang paling cepat habis diperebutkan warga? Tulis di kolom komentar, ya!

Selamat Hari Ulang Tahun RI! Merdeka!

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....