Dari Daerah menuju Nasional, Cut Safriyana Ukir Prestasi
- 13 Agt 2026 16:17 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Prestasi di tingkat daerah menjadi pijakan bagi Cut Safriyana untuk membidik capaian yang lebih tinggi. Mahasiswa semester tiga Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Teuku Umar tersebut berhasil meraih Juara I Penulisan Lakon Peksimida Aceh 2026.
Pencapaian itu menjadi pengalaman istimewa bagi Cut Safriyana karena penulisan lakon merupakan cabang lomba yang baru pertama kali diikutinya. Sebelumnya, ia lebih banyak berkegiatan di bidang penulisan, seni, serta produksi film dan video.
Cut Safriyana mengawali proses melalui seleksi tingkat universitas. Peserta diberikan kesempatan memilih dua cabang lomba, dan ia memilih baca puisi serta penulisan lakon. Pilihan terhadap penulisan lakon didorong keinginannya untuk mencoba tantangan baru sekaligus memadukan pengalaman dari dua unit kegiatan mahasiswa yang diikutinya, yakni bidang riset kepenulisan dan seni.
Proses menuju Peksimida Aceh juga tidak berlangsung sekali jalan. Setelah melalui seleksi di tingkat universitas, ia kembali mengikuti tahapan seleksi dan mendapatkan bimbingan dari pembina. Dalam proses tersebut, Cut Safriyana bahkan menyiapkan lebih dari satu naskah sebagai bagian dari strategi menghadapi kompetisi.
Tantangan terbesar justru dirasakan sebelum kompetisi berlangsung. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, ia harus membagi waktu antara persiapan lomba, akademik, organisasi, hingga aktivitas lainnya. Bahkan, persiapan penulisan lakon berlangsung beriringan dengan masa Ujian Akhir Semester (UAS).
Untuk mengatasinya, Cut Safriyana membangun kebiasaan menyediakan waktu khusus setiap pekan untuk menulis dan mengetik naskah. Ia juga terbiasa membuat perencanaan kegiatan sehari sebelumnya untuk menentukan skala prioritas ketika sejumlah agenda berpotensi bertabrakan.
Saat memasuki kompetisi di Banda Aceh, peserta justru harus mengandalkan kemampuan sendiri. Tema penulisan lakon baru diberikan pada hari perlombaan, sementara peserta tidak diperbolehkan menggunakan gawai maupun internet.
Situasi tersebut membuat kemampuan berpikir dan kreativitas benar-benar diuji. Cut Safriyana mengaku sempat merasa tidak yakin dengan kemampuan sendiri ketika melihat peserta lain yang juga serius mengikuti perlombaan.
Namun, ia memilih fokus menyelesaikan naskahnya dan memberikan usaha terbaik. Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika namanya diumumkan sebagai Juara I Penulisan Lakon Peksimida Aceh 2026.
Bagi Cut Safriyana, kemenangan tersebut bukanlah gambaran utuh dari perjalanan yang dilalui. Ia mengakui pernah mengalami kegagalan dan penolakan dalam berbagai kesempatan. Justru pengalaman tersebut menjadi pemicu untuk terus mencoba.
Ia mengajak generasi muda di daerah untuk tidak merasa minder hanya karena berasal dari luar pusat. Menurutnya, kesempatan berprestasi terbuka selama seseorang mau memulai, konsisten, disiplin, dan berani menghadapi kegagalan.
Prestasi Cut Safriyana menjadi gambaran bahwa karya dan potensi anak daerah dapat berkembang ketika diberikan ruang untuk mencoba. Dari proses tersebut, prestasi di tingkat daerah dapat menjadi langkah awal menuju target yang lebih besar, termasuk tingkat nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....