Suka Pamer di Medsos? Hati-hati flexing Bikin Teman Menjauh

  • 26 Jul 2026 21:34 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID.Meulaboh - Lagi asyik scrolling Instagram atau TikTok, tiba-tiba lewat postingan teman yang lagi pamer kunci mobil mewah, struk belanjaan jutaan rupiah, atau liburan serba first-class. Bawaannya pasti mau ngebatin, "Duh, flexing lagi, flexing lagi..." Minggu,26 Juli 2026.

Di jaman sekarang, flexing alias aksi pamer kekayaan dan gaya hidup mewah memang udah jadi semacam "makanan harian" di media sosial. Tapi tahu nggak sih? Di balik foto-foto estetik yang dipajang demi dapat ribuan likes, ada bahaya terselubung dan norma sosial yang diam-diam kita tabrak, lho.

Yuk, kita bedah santai kenapa flexing itu lebih banyak ruginya daripada untungnya!

1. Kantong Bolong Demi Konten (Financial Toxic)

Sering denger fenomena "Gaji UMR, Gaya Hidup VIP"? Nah, ini dia jebakan batman pertama dari flexing. Demi kelihatannya keren di mata netizen, banyak orang rela memaksakan diri—mulai dari pakai kartu kredit berlebihan sampai nekat pinjol (pinjaman online).

Ingat: Tepuk tangan netizen itu gratis, tapi cicilan barang mewah itu bayar! Jangan sampai finansial hancur cuma demi pujian sementara.

2. Niat Cari Pengakuan, Malah Bikin Teman Ill-feel

Secara norma bersosial, manusia memang butuh rasa dihargai. Tapi kalau caranya lewat flexing, yang ada bukannya dihormati, orang malah jadi risih.

Secara psikologis, aksi pamer berlebihan sering kali dibaca sebagai bentuk ketidakpercayaan diri. Orang yang benar-benar kaya atau bahagia biasanya malah lebih santai (silent wealth). Jadi, bukannya kelihatan cool, flexing justru bikin teman-teman terdekat perlahan menjauh karena merasa canggung atau malas dengar cerita yang ujung-ujungnya pamer.

3. Jadi Target Empuk Kejahatan (Over-sharing)

Ini nih yang paling bahaya! Saat kita hobi pamer lokasi resto mahal, jam tangan mewah, atau saldo rekening, secara nggak langsung kita lagi ngasih "undangan" buat pelaku kejahatan. Kasus pencurian, penipuan, hingga peretasan akun sering kali bermula dari kebiasaan over-sharing alias terlalu terbuka di media sosial.

Makna Di Balik "Hindari Flexing": Saatnya Kembali ke Norma Bersosial

Menghindari flexing bukan berarti kita nggak boleh bersyukur atau membagikan momen bahagia, ya. Makna mendalam dari aturan tak tertulis ini sebenarnya adalah tentang Empati dan Rendah Hati.

Menjaga Perasaan Orang Lain: Kita nggak pernah tahu kondisi finansial atau perjuangan orang yang melihat postingan kita. Menahan diri untuk tidak pamer adalah bentuk empati sederhana.

Membangun Hubungan yang Tulus: Teman sejati bakal menghargai diri kamu apa adanya, bukan karena merek baju atau seri HP yang kamu pakai.

Ketenangan Pikiran: Bebas dari beban flexing bikin hidup jauh lebih tenang. Nggak perlu pusing mikirin "Besok bikin konten pamer apa lagi ya?"

Takeaway Buat Hari Ini

Punya pencapaian atau barang baru itu seru dan boleh dirayakan, tapi cukuplah dirayakan secara wajar tanpa harus jadi ajang adu gengsi. Lagipula, gaya hidup yang beneran keren itu adalah hidup tenang tanpa beban cicilan demi gengsi, kan?

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....