Mahasiswi STAIN Meulaboh Raih Perak pada SEIBA International Festival 2026
- 23 Jul 2026 00:15 WIB
- Meulaboh
Poin Utama
- Satya Rizki, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, berbagi inspirasi dari SEIBA International Festival melalui Program Sore Ceria Pro 2 RRI Meulaboh.
- SEIBA International Festival adalah ajang budaya bertaraf internasional yang dihadiri peserta dari 8 negara termasuk Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Jepang.
- Penyelenggaraan SEIBA International Festival tahun 2026 merupakan yang keempat kalinya dengan berbagai cabang perlombaan yang menampilkan kreativitas dan budaya dari masing-masing negara peserta.
RRI.CO.ID, Meulaboh – Program Sore Ceria Pro 2 RRI Meulaboh mengangkat tema “Menyuarakan Inspirasi di SEIBA International Festival” dengan menghadirkan mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Satya Rizki, sebagai narasumber. Dalam dialog tersebut, Satya berbagi pengalaman mengikuti ajang budaya internasional SEIBA International Festival yang berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Selasa 21 Juli 2026.
SEIBA International Festival merupakan ajang kebudayaan bertaraf internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Jepang, dan sejumlah negara lainnya. Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan festival yang keempat dengan berbagai cabang perlombaan yang menampilkan kreativitas dan budaya peserta.
Dalam kesempatan itu, Satya Rizki mengungkapkan dirinya mengikuti cabang lomba monolog setelah mendapat dorongan dari dosen di kampusnya. Meski belum memiliki pengalaman di bidang seni peran, ia tetap memberanikan diri mengikuti proses seleksi hingga akhirnya dipercaya menjadi perwakilan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.
"Awalnya saya mengira akan mendapatkan pembinaan terlebih dahulu sebelum seleksi. Ternyata prosesnya justru diseleksi lebih dulu, kemudian peserta yang lolos baru mendapatkan pembinaan," ujarnya.
Satya menjelaskan, pada babak penampilan ia membawakan monolog berjudul "Aku Si Kosong" karya Khairil Anwar. Naskah tersebut menceritakan penyesalan seorang anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya setelah mereka meninggal dunia. Menurutnya, pesan moral dalam naskah tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk disampaikan kepada penonton melalui penghayatan karakter.
Ia mengaku tantangan terbesar selama tampil adalah mengendalikan emosi. Dalam satu pertunjukan, ia harus mampu menampilkan berbagai ekspresi, mulai dari tertawa, marah, hingga menangis secara alami agar cerita dapat menyentuh hati penonton dan dewan juri.
"Cara memainkan emosinya cukup berat. Mulai dari tertawa, marah, sampai menangis. Namun Alhamdulillah, berkat latihan dan pembinaan yang diberikan, saya berhasil meraih medali perak pada ajang SEIBA International Festival," ungkapnya.
Di akhir dialog, Satya mengajak mahasiswa untuk tetap bersemangat mengembangkan potensi diri melalui berbagai kompetisi. Menurutnya, keberanian mencoba merupakan langkah awal menuju prestasi.
Ia juga berpesan agar setiap mahasiswa selalu mengingat tujuan awal menempuh pendidikan serta menyelesaikan setiap proses yang telah dimulai dengan sungguh-sungguh. Dengan ketekunan, disiplin, dan kemauan belajar, setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengharumkan nama kampus, daerah, bahkan Indonesia di tingkat internasional. (Tulisan Mahasiswa STAIN Meulaboh, ade Oktavia )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....