Makna Lagu yang bikin Gen Z Nangis di Kamar Mandi

  • 30 Apr 2026 18:40 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Lagu 'Jadi Dewasa Kukira Menyenangkan' viral di TikTok dan Spotify, menjadi anthem bagi anak muda yang baru menapaki fase hidup penuh tagihan, tanggung jawab, dan pura-pura kuat. Kolom komentarnya dipenuhi curhat: “Lagi denger ini sambil nahan nangis di toilet kantor,” tulis salah satu pengguna. Lagu ini jujur merangkum rasa kecewa yang jarang diomongin: ekspektasi masa kecil vs realita dewasa.

Waktu kecil kita mengira dewasa artinya bebas jajan apa saja, tidur jam berapa saja, dan tidak ada yang mengatur. Lagu ini menampar dengan fakta: kebebasan itu datang sepaket dengan beban. Bebas beli seblak jam 12 malam, tapi besok tetap harus bangun bayar kos. Bebas ambil keputusan, tapi salah pilih artinya tanggung sendiri akibatnya. Liriknya jadi validasi bahwa kaget jadi dewasa itu normal, bukan karena kita lemah.

Capek kerja, gaji habis buat kebutuhan, pulang masih harus beres rumah. Itu tidak estetik untuk di-posting, makanya banyak yang merasa sendirian. Lagu ini justru merayakan capek yang tidak keren itu. Ia bilang: kamu tidak gagal, sistemnya saja memang melelahkan. Mendengar lirik “ternyata isinya bayar listrik” bikin pendengar merasa, “Oh, bukan aku saja yang begini.”

Baris “ingin balik ke SD” bukan sekadar kangen main. Itu kerinduan pada versi diri yang belum kenal kata cicilan, deadline, dan pajak. Ini semacam duka atas matinya ekspektasi. Lagu ini memberi ruang untuk mengakui kekecewaan itu tanpa dihakimi.

Uniknya, nada lagu ini cenderung ceria. Kontras dengan liriknya yang getir. Itu persis seperti wajah anak muda hari ini: ketawa di Story, nangis di kamar. Lagu ini mengajarkan bahwa dua hal itu bisa jalan bareng. Boleh sedih karena ekspektasi patah, tapi hidup tetap harus dilanjut. Bayar listriknya tetap harus dibayar.

Meski galau, lagu ini tidak menyuruh menyerah. Ia cuma minta kita berhenti bohong bahwa “dewasa baik-baik saja”. Setelah mengakui capek, baru kita bisa cari cara bertahan: cari support system, belajar kelola uang, kasih izin ke diri sendiri untuk istirahat. Karena ternyata, dewasa yang sesungguhnya adalah ketika kita berani bilang “aku capek” tanpa merasa gagal.

Kalau hari ini kamu dengar lagu ini sambil ngitung sisa saldo, ingat satu hal: satu generasi lagi relate sama kamu. Dewasa memang tidak seperti di iklan. Tapi kamu sudah sejauh ini, dan itu layak dirayakan. Bahkan kalau rayanya cuma dengan beli es teh dan dengerin lagu ini ulang-ulang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....