Lagu Aceh sebagai Media Pelestarian Budaya

  • 25 Sep 2025 16:49 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh : Suara merdu alunan musik tradisional Aceh mengalun lembut di ruang bincang sore, saat seorang musisi berbakat Aceh, Lailissa'adah, M.Si, hadir berbagi cerita. Dalam obrolan bertema "Lagu Aceh, Media Pelestarian Budaya", Lailissa'adah memaparkan pandangannya mengenai peran vital musik dalam menjaga warisan budaya Aceh.

Lailissa'adah, yang akrab disapa Icha, dalam obrolan di pro2 Sore Ceria di Rri Pro2 Meulaboh, Kamis (25/09/2025) mengatakan, “ lagu-lagu tradisional Aceh bukan sekadar hiburan, Akan tetapi lebih dari itu, lagu-lagu ini adalah cermin dari sejarah, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur masyarakat Aceh yang mempunyai makna yang sangat mendalam.

"Setiap lirik lagu Aceh, yang memiliki syair-syair klasik, mengandung makna yang mendalam. Lagu adalah cara kita menceritakan kembali kisah nenek moyang, mengajarkan adab, dan mengenalkan kekayaan alam Aceh kepada generasi muda," ujarnya, Agar generasi muda sekarang juga tidak malu berbahasa daerah dan tidak malu untuk menyanyikan lagu daerah salah satunya lagu dalah bahasa Aceh.

Menurutnya, media lagu memiliki daya jangkau yang luas dan mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak muda. Melalui melodi yang indah dan lirik yang puitis, pesan-pesan budaya dapat disampaikan secara lebih efektif. "Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita bisa mengemas lagu-lagu Aceh agar tetap relevan tanpa kehilangan esensinya. Ini penting agar generasi Z dan milenial merasa terhubung dengan budaya mereka sendiri," tambah Icha.

Sebagai musisi, Lailissa'adah merasa memiliki tanggung jawab besar. Ia tidak hanya menjadi sebagai musisi, tetapi juga berupaya agar karya-karyanya bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. "Salah satu harapan terbesar saya adalah melihat lebih banyak musisi Aceh yang berani mengeksplorasi dan merevitalisasi musik tradisional. Kolaborasi dengan genre modern juga bisa menjadi cara menarik agar lagu Aceh bisa diterima di panggung nasional bahkan internasional," harapnya.

Icha sudah memiliki lebih kurang 7 lagu dalam Bahasa Aceh dan beberpa lagu bahasa Indonesia yang di promosikan dalam beberapa Canal Youtube, salah satu lagu yang menjadi favorit para pengemarnya adalah lagu cover “Meusyuhu, Asai Bak Punca, Wasiet” yang sering di request di saat ia tampil di berbagai event . Selain dikenal sebagai penyanyi lagu-lagu Aceh, Lailissa'adah juga memiliki karya lagu berbahasa Indonesia. Salah satu lagunya yang cukup dikenal dan menyentuh hati adalah "Salam untuk Ayah". Dan lagu ini ia dedikasi kan untuk semua ayah yang ada di dunia

Di akhir perbincangan, Lailissa'adah menyampaikan beberapa harapan tulusnya untuk dunia musik Aceh. Ia berharap agar pemerintah dan masyarakat memberikan dukungan lebih terhadap para seniman dan musisi lokal. "Dukungan ini bisa berupa ruang untuk berkarya, dan semoga masyarakat Aceh juga senang dengan karya yang sudah saya ciptakan ," ungkapnya.

Lailissa'adah juga mengajak para musisi muda Aceh untuk tidak takut berkarya dan terus berinovasi. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya bukanlah tugas satu atau dua orang, melainkan tanggung jawab kita bersama. "Mari jadikan lagu Aceh sebagai identitas kita untuk mempromosikan budaya aceh secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....