Melihat Kreatifitas Dapur Samudera Rasa Lhok Bubon
- 21 Apr 2026 19:21 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Aroma gurih olahan ikan menyambut siapa saja yang singgah di Kafe "Yahto" Pantai Wisata Gampong Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat. Di desa pesisir ini, sekelompok perempuan yang tergabung dalam Kelompok Samudera Rasa merajut harapan dari dapur sederhana.
Mereka mengolah hasil laut menjadi ragam kuliner bernilai ekonomi. Di tangan-tangan terampil para ibu rumah tangga ini, daging ikan segar tak lagi sekadar lauk harian. Ia berubah menjadi dimsum, nugget, bakso, hingga aneka olahan kekinian yang akrab di lidah berbagai kalangan.
Kreativitas itu bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang upaya bertahan dan berkembang di tengah keterbatasan.
"Kami mulai sejak 2024. Pelan-pelan kami jual di car free day, di kafe-kafe juga ada. Alhamdulillah ada respon," ujar Sekretaris Kelompok Samudera Rasa, Desi Yuliana, saat ditemui di lokasi, Selasa 21 April 2026.

Namun, di balik semangat tersebut, ada tantangan yang belum sepenuhnya terjawab. Peralatan produksi yang masih sederhana membuat kapasitas dan kualitas produk belum maksimal, terutama untuk pengolahan makanan beku (frozen food) yang kini mulai diminati pasar.
Desi dan rekan-rekannya berharap bisa memiliki peralatan yang lebih modern, agar produk mereka tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing lebih luas.
"Kami ingin produk ini bisa tahan lama dan jadi oleh-oleh khas Lhok Bubon," katanya.
Harapan itu mendapat perhatian dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Erfan, yang turun langsung meninjau aktivitas kelompok tersebut, menilai usaha ini layak didorong sebagai bagian dari penguatan UMKM berbasis potensi lokal.
"Hari ini kita lihat langsung kreativitas mereka. Insyaallah akan kita bantu kebutuhan produksi pada 2026 ini," ujarnya.

Menurut Erfan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat saat ini telah membina 18 kelompok pengolahan dan pemasaran (Poklasar).
Dukungan terhadap Kelompok Samudera Rasa akan difokuskan pada penyediaan peralatan, bahan baku, hingga pengemasan produk yang memenuhi standar pasar, termasuk label halal dan izin produksi rumah tangga (PRT).
Langkah ini dinilai penting agar produk olahan ikan dari Lhok Bubon tidak hanya enak, tetapi juga siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Di tingkat desa, dukungan juga mengalir. Keuchik Lhok Bubon, Suherman, memastikan pemerintah gampong akan berada di garis depan dalam mendorong kelompok ini tumbuh.
"Kita ingin masyarakat mandiri secara ekonomi. Apa yang dibutuhkan kelompok ini akan kita fasilitasi, mulai dari izin hingga kebutuhan produksi," ujarnya.
Bagi Suherman, keberadaan Kelompok Samudera Rasa bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga simbol kebangkitan masyarakat pesisir yang mampu mengolah potensi laut menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Meski saat ini masih memanfaatkan kafe dan kantin di kawasan wisata bahari sebagai tempat produksi, mimpi untuk memiliki rumah industri sendiri terus dijaga. Dari tempat itulah, kelak diharapkan lahir produk-produk unggulan yang tidak hanya menghidupi keluarga, tetapi juga menjadi identitas kuliner Aceh Barat.
Di Lhok Bubon, harapan itu kini terasa nyata mengalir bersama setiap olahan ikan yang dimasak dengan ketekunan, dibungkus dengan doa, dan disajikan dengan keyakinan bahwa dari dapur kecil, masa depan besar bisa dimulai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....