Putri Kecil dari Tumpok Ladang dan Mimpi Akan Rumah Layak

  • 19 Apr 2026 09:18 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pagi itu, cahaya matahari menembus celah-celah dinding papan rumah sederhana di Desa Tumpok Ladang, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Di dalam rumah yang jauh dari kata layak itu, Putri seorang anak perempuan berusia dua tahun tampak duduk tenang di pangkuan ibunya, Mawi (38).

Tatapannya polos, sesekali tersenyum, seolah tak memahami keterbatasan yang ia miliki sejak lahir. Sejak pertama menghirup udara dunia, Putri Mawi telah menghadapi kondisi yang tidak dialami anak-anak lain seusianya.

Kedua kakinya tidak tumbuh normal menyatu dari bagian paha hingga betis membuatnya tak mampu berdiri, apalagi berjalan.

Di usia 2 tahun yang seharusnya mulai lincah berlari dan berceloteh, ia masih kesulitan menopang tubuhnya dan belum mampu berbicara dengan jelas.

"Dia sehat, mau makan seperti biasa. Cuma memang belum bisa jalan dan bicara," ujar Mawi lirih, Minggu 19 April 2026 sembari mengelus kepala anaknya penuh kasih.

Keterbatasan sang buah hati bukan satu-satunya beban yang dipikul keluarga ini. Rumah yang mereka tempati juga jauh dari layak.

Dinding yang rapuh, lantai seadanya, serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung menjadi tantangan tersendiri dalam merawat anak dengan kebutuhan khusus.

Di tengah segala keterbatasan, Mawi menyimpan harapan sederhana: sebuah rumah yang lebih layak untuk membesarkan putrinya.

"Kami sudah mengajukan permohonan rumah layak huni. Harapannya pemerintah bisa membantu, supaya anak kami bisa dirawat dengan lebih baik," tuturnya.

Harapan itu perlahan mulai menemukan titik terang.

Permohonan keluarga ini telah terdaftar di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Aceh Barat. Bahkan, tim satuan tugas yang dibentuk pemerintah daerah sudah turun langsung meninjau kondisi rumah mereka.

Menurut Mawi, hasil peninjauan tersebut membawa secercah kabar baik. Keluarganya disebut masuk dalam rencana pembangunan rumah layak huni pada tahun 2027.

Di sisi lain, Bupati Aceh Barat, Tarmizi, membenarkan bahwa pemerintah daerah telah membentuk tim khusus untuk memverifikasi warga yang berhak menerima bantuan rumah layak huni.

"Jika tim satgas sudah menyetujui dan lulus verifikasi, maka rumah layak huni akan dibangun sesuai permohonan," jelas Tarmizi melalui pesan WhatsApp.

Bagi Mawi, waktu menuju 2027 mungkin masih terasa panjang. Namun, harapan itu kini sudah memiliki arah. Di rumah sederhana yang menjadi saksi perjuangan mereka, ia terus merawat putrinya dengan penuh ketabahan menyandarkan harapan pada masa depan yang lebih baik.

Di pangkuannya, sang anak kembali tersenyum. Sebuah senyum kecil yang menyimpan kekuatan besar tentang cinta, keteguhan, dan harapan yang tak pernah padam.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....