Masa Kecil Wabup Simeulue yang Penuh Perjuangan
- 05 Jul 2025 12:05 WIB
- Meulaboh
KBRN, Sinabang: Masa kecil Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, penuh liku dan perjuangan. Dia bukanlah berasal dari keluarga kaya.
Nusar Amin mengisahkan bahwa waktu kecil, ia ingat betul bagaimana perjuangan kedua orangtuanya untuk bisa menghidupi keluarga.
Sang Ayah berprofesi seorang petani, sementara sang ibu adalah Ibu Rumah Tangga biasa. Ia menceritakan kalau Ayahnya setiap pulang dari sawah selalu menyempatkan waktu mencari kayu bakar.
Kayu bakar itu dipotong - potong panjang sekitar 50 centimeter, kemudian dijual kepada warga kampung. Dari hasil penjualan kayu bakar itulah disisihkan untuk membeli kebutuhan dan jajan sekolah sang anak.
Cerita tersebut ia sampaikan dalam acara kenduri blang di areal persawahan Desa Suak Buluh, Kecamatan Simeulue Timur, pada Jumat 4/7/2025.
"Saya bukan berasal dari keluarga kaya, ayah saya seorang petani, ibu saya seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) biasa, kalau pulang dari sawah ayah saya selalu bawa pulang kayu bakar. Kayu bakar itu dijual,"ujar Nusar, dengan mata berkaca-kaca.
Nusar sempat berhenti sejenak memberi arahan usai menceritakan kisahnya itu. Suasana pun hening, warga yang hadir terlihat haru ketika mendengar perjalanan hidup Wakil Bupati itu.
Katanya lagi, kendati tidak bergelimang harta, tetapi ia tidak pernah menyerah. Nasib berkata lain, buah dari tekad kuat dan perjuangannya ia sukses menempuh karir pertama sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), bahkan sempat menyandang jabatan Kepala Sekolah.
Nusar Amin juga sukses di karir politik. Ia pernah terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Simeulue, periode 2019-2024.
Bisa dibilang saat ini Nusar Amin berada di puncak karir politiknya. Dia terpilih sebagai Wakil Bupati Simeulue periode 2024 - 2030. Berpasangan dengan Mohammad Nasrun Mikaris, seorang purnawirawan Polri berpangkat Komisaris Besar.
Dari cerita inspiratif Wakil Bupati Simeulue ini kita bisa memetik pelajaran. Bahwa kesuksesan itu bukan saja milik orang yang bergelimang harta, tetapi anak dari keluarga meskipun punya kesempatan yang sama asalkan dibarengi dengan doa, tekad dan perjuangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....