Jumat Curhat, Pemenuhan Asta Cita, Polri untuk Masyarakat

  • 29 Jun 2025 19:58 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Awan gelap menutup cahaya matahari, baju menempel di tubuh basah terkena gerimis. Kami duduk berbaris posisi meja persegi empat saling berhadapan dengan anggota Polri, di satu warung kopi pusat Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Tanya Jawab dimulai, "Pak, kotoran ternak di jalan membahayakan pengguna jalan". Sepenggal kalimat ini muncul saat giat 'Jumat Curhat' Kapolres Aceh Barat, sambil menikmati secangkir kopi pagi bersama komunitas wartawan, pada Jumat 25 April 2025.

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan memberi kesempatan jajarannya menjawab. "Ada regulasi yang mengatur dalam 'Qanun Gampong' (peraturan desa) dalam pengelolaan ternak," jawab salah seorang pria berpangkat Inspektur satu.

"Sekalipun persoalan lepas liar ternak bukan urusan Polisi, tapi dampaknya ke masyarakat akan menjadi masalah besar. Tangani persoalan ini.!," tegas AKBP Yhogi kepada jajarannya. Polri harus memberi rasa nyaman kepada masyarakat, tanpa kecuali dan tanpa melihat status.

Wartawan dari berbagai organisasi mengikuti Jumat Curhat Bersama Polres Aceh Barat di Warkop Dapu Kupi IM di Meulaboh, Jum’at 24 April 2025. Foto RRI/ Irhamsyah.

Banyak laporan yang muncul saat komunikasi dua arah ini, peserta membawa keluhan masyarakat saat liputan di lapangan. Forum ini tidak memberi ruang batas dalam menyampaikan saran, pendapat dan masukan hingga kritikan kepada institusi Kepolisian.

"Jumat curhat merupakan jembatan alternatif Polri membangun informasi dua arah," ujar AKBP Yhogi. Dalam forum ini kata dia masyarakat akan lebih terbuka menyampaikan semua yang tersirat, langsung kepada pimpinan tertinggi kepolisian di satu daerah.

Kebiasaan masyarakat Aceh, sebelum beraktivitas mengawali dengan kopi pagi. Karena itu Polri berbaur pada saat-saat yang tepat, tanpa formalitas, bahkan ada yang pernah dilaksanakan di atas perahu mendengarkan curhat para nelayan.

Kapolres AKBP Yhogi menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukumnya. Ia menyebutkan bahwa media memiliki peran sangat strategis dalam menjaga stabilitas sosial dengan menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan membangun citra positif lembaga kepolisian.

"Pertama kali saya datang, saya langsung minta kepada Kasat untuk bisa bertemu dengan para wartawan, karena melalui wartawan, apa yang kami lakukan bisa diketahui masyarakat. Tugas saya di Aceh Barat adalah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua," ujar AKBP Yhogi.

Suara Rakyat, Tugas Polri

"Polri milik kita. Mari kita jadikan Polri seperti yang kita dambakan". Petuah Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, ini bukan hanya sekadar ukiran pesan di website Polri.go.id. Ini adalah implementasi membangun semangat rasa memiliki.

Sejalan dengan pesan tersirat program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto - Gibran yang diemban Kapolri, dengan tagline 'Polisi Indonesia harus menjadi polisi rakyat'.

Dalam setiap kesempatan Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa 'kita bekerja untuk rakyat, untuk kesejahteraan rakyat' kata-kata itu menjadi ciri khas Presiden Prabowo.

Penegasan ini memberi makna bahwa suara rakyat, merupakan tugas Polri. Menyelaraskan harapan masyarakat dan menjadi pengabdian bagi Polri untuk memberikan rasa kenyamanan sehingga mendapat kepercayaan dan tumbuh rasa memiliki dari rakyat.

Menjelang Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2025, Polri semakin menunjukkan dedikasinya kepada rakyat. Bukan hanya kegiatan seremonial internal, tetapi juga ada semangat spiritual lintas umat beragama yang mendukung di belakang.

"Kami doakan semoga HUT Bhayangkara ke-79 tahun ini menjadi penyemangat bagi Polri untuk terus mengabdi untuk rakyat, bangsa dan negeri ini," ujar tokoh agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh Barat, Tgk Cut Usman.

Doa ini diaminkan oleh perwakilan tokoh umat beragama seperti Kristen, Hindu, Katolik, Budha dan Konghucu saat menghadiri acara Doa Lintas Agama dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 di Mapolres Aceh Barat.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai ungkapan syukur Polri karena mampu bertahan dan memberikan harapan kedewasaan di usia yang ke-79. Selain itu giat ini mempererat silaturahmi antar umat beragama.

"Melalui doa lintas agama ini, dapat meningkatkan semangat kebhinekaan antara kita. Dengan semangat kebhinekaan tersebut, kami percaya hadirnya doa dari pengemuka agama dapat mewujudkan tatanan masyarakat yang rukun, saling toleransi, saling menghormati sehingga tercipta damai dan rakyat sejahtera," pungkas AKBP Yhogi.

Kami dari Tokoh masyarakat Aceh Barat mengucapkan terima kasih atas pengabdian Polri yang memberikan rasa keamanan, kenyamanan dan ketentraman hidup sosial kami," ucapan selamat dari Tgk Suandi MA, tokoh masyarakat Aceh Barat.

"Kami dari pemangku hukum adat laot, mengucapkan terimakasih kepada Polri, khususnya Polres Barat yang selalu mendukung dalam berbagai aktivitas sosial dan ekonomi nelayan," ucap Panglima Laot atau Ketua Pemangku Hukum Adat Laut Aceh Barat, Amiruddin.

Dirgahayu Polri ke-79, teruslah menjadi Polisi Rakyat dan menjadi 'ibu' bagi masyarakat untuk mengadu dan menyampaikan keluh kesah berbagai persoalan. Kami percaya Polri adalah mitra bagi seluruh rakyat," tutup penulis, Reporter RRI Meulaboh, Anwar Yunus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....