Dari Hobi Makan, Jajanan Ceria Tumbuh lewat Open PO

  • 21 Sep 2026 18:35 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Berawal dari hobi makan dan keinginan menghadirkan jajanan yang sulit ditemukan di Meulaboh, Jajanan Ceria milik Dewi Sri Rahayu Ningsih kini berkembang menjadi salah satu usaha kuliner yang melayani pesanan hingga ratusan porsi dalam sehari.

Dewi mengungkapkan, Jajanan Ceria mulai tercetus pada 2024. Sebelum fokus pada usaha kuliner, ia telah memiliki pengalaman berdagang sejak 2017, mulai dari menjual sepatu, membuka toko pakaian anak, hingga memasarkan keripik dan cookies.

Ide Jajanan Ceria bermula ketika Dewi kesulitan menemukan nasi bakar di Meulaboh. Pengalaman mengelola katering kemudian menjadi modal untuk mencoba membuat sendiri menu tersebut.

“Awalnya itu Jajanan Ceria karena kita hobi makan. Di Melaboh terbatas jajanan itu, paling mentok kita makan ayam geprek. Dulu pengin makan nasi bakar, ternyata tidak ada yang jual,” kata Dewi dalam program UMKM Corner RRI Meulaboh.

Alih-alih langsung membuka kedai, Dewi memilih menguji minat pasar melalui sistem open pre-order (PO). Nasi bakar ikan suwir menjadi menu pertama yang ditawarkan. Respons pelanggan yang positif membuatnya berani mengembangkan menu dengan varian ayam.

Menurut Dewi, resep nasi bakar terus diperbaiki berdasarkan hasil percobaan. Ia juga memadukan sejumlah resep yang ditemukan dari berbagai sumber hingga menghasilkan cita rasa yang menjadi ciri khas Jajanan Ceria.

Strategi open PO kembali diterapkan ketika Dewi mengembangkan menu es teler. Dari pesanan teman-teman dan pelanggan, permintaan perlahan meningkat hingga mendorongnya membuka outlet.

“Open PO awalnya itu justru ada yang beli. Ada beberapa, sampai satu orang itu empat porsi,” ujarnya.

Perjalanan usaha tersebut tidak berhenti pada satu produk. Jajanan Ceria kemudian mengembangkan nasi bakar dalam kemasan tampah untuk memenuhi kebutuhan acara dan perayaan. Pesanan bahkan datang dari luar Meulaboh, seperti Aceh Jaya dan Nagan Raya.

Dewi menyebut pengalaman panjang berjualan membuat dirinya memahami bahwa memulai usaha tidak selalu harus dengan modal besar atau langsung membuka toko. Pengujian pasar melalui PO dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui apakah sebuah produk mendapat respons dari konsumen.

Kini, Jajanan Ceria beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB di kawasan samping Mokos, depan Kantor Bupati Aceh Barat. Produk juga dipasarkan melalui media sosial dan layanan pemesanan daring.

Bagi Dewi, perjalanan Jajanan Ceria menjadi bukti bahwa ide usaha dapat berangkat dari kebutuhan sederhana di sekitar, kemudian dikembangkan secara bertahap melalui keberanian mencoba, membaca pasar, dan terus memperbaiki produk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....