Bahan Baku Terbatas, UMKM Eceng Gondok Aceh Barat Bidik Ekspor
- 13 Agt 2026 21:03 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Ketua Dekranasda Provinsi Aceh Ny Marlina Usman menyoroti keterbatasan bahan baku yang menghambat pengembangan UMKM eceng gondok di Desa Kubu, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, saat mengunjungi sentra kerajinan tersebut, Kamis, 13 Agustus 2026. Kunjungan bersama Dekranasda Aceh Barat itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi pengrajin sekaligus mendorong pengembangan produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Marlina mengatakan, para pengrajin di Desa Kubu telah menghasilkan berbagai produk berbahan eceng gondok, mulai dari kursi, tempat lampu hingga tas. Namun, keberlanjutan produksi masih menghadapi persoalan ketersediaan bahan baku yang sulit diperoleh.
“Kami ke sini untuk melihat masyarakat dan pengrajin eceng gondok, yang kami lihat di sini ada kerajinan eceng gondok dari kursi, tempat lampu dan tas semuanya ada,” kata Marlina.
Menurutnya, keterbatasan bahan baku menjadi persoalan penting yang perlu segera dicarikan solusi agar kapasitas produksi UMKM dapat meningkat. Ia mendorong adanya upaya budidaya eceng gondok sehingga pengrajin tidak sepenuhnya bergantung pada bahan baku yang tersedia secara alami.
Marlina mengungkapkan, produk kerajinan eceng gondok dari Desa Kubu sebenarnya memiliki peluang pasar hingga luar negeri. Bahkan, para pengrajin pernah mendapatkan pesanan sebanyak dua kontainer untuk dikirim ke Jeddah, Arab Saudi, tetapi pesanan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan bahan baku.
“Selama ini masyarakat di sini mengeluh bahan bakunya susah dicari dan harus dibudidayakan lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Dekranasda Provinsi Aceh akan terus melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM yang berada di berbagai daerah. Sementara untuk dukungan modal usaha, Dekranasda akan mendorong kerja sama dengan dinas terkait sesuai dengan kewenangan dan program yang tersedia.
“Kalau dari Dekranasda akan membina para UMKM yang ada di Provinsi Aceh, tapi kalau untuk modal usaha kami belum bisa bantu, kecuali dari kerja sama dengan dinas terkait baru bisa,” katanya.
Marlina meminta para pengrajin eceng gondok di Desa Kubu tidak berhenti berinovasi meskipun masih menghadapi kendala bahan baku. Ia berharap produk yang telah dihasilkan dapat terus dikembangkan sehingga memiliki kualitas dan daya saing yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Barat Ny Afrinda Novalia menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua Dekranasda Aceh ke sentra UMKM eceng gondok dan kain kasab di Aceh Barat. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan produk unggulan daerah.
“Kami berharap masyarakat dan pengrajin UMKM eceng gondok dapat terus semangat dalam mengembangkan produk-produknya, pengrajinnya bisa terus bertambah serta bahan bakunya bisa lebih diperbanyak dengan cara dibudidayakan,” kata Afrinda.
Afrinda menilai ketersediaan bahan baku menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kapasitas produksi kerajinan eceng gondok di Aceh Barat. Jika pasokan bahan baku terpenuhi, jumlah produk yang dihasilkan dapat meningkat dan peluang pemasaran hingga ke luar negeri semakin terbuka.
“Dengan tersedianya bahan baku eceng gondok, kerajinan yang dihasilkan oleh para pengrajin nantinya akan menjadi lebih banyak lagi serta dapat dipasarkan hingga keluar negeri,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....