Produk Lokal Aceh Barat Didorong Jadi Identitas Daerah

  • 13 Agt 2026 16:16 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mendorong pengembangan produk lokal agar mampu menjadi identitas sekaligus memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan, pelatihan, promosi, serta pelibatan pelaku usaha dalam berbagai kegiatan daerah maupun agenda di luar Aceh Barat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Aceh Barat, Khairuzzadi, S.STP, mengatakan pemerintah bersama sejumlah pihak telah melakukan pembinaan terhadap berbagai produk kerajinan dan usaha lokal.

Beberapa di antaranya adalah kerajinan eceng gondok, sulaman benang kasab, sulaman benang emas, dan bordir.

Menurut Khairuzzadi, pemerintah juga terus mendorong pengembangan Sulubayung sebagai salah satu produk atau motif yang dikembangkan di Aceh Barat.

Produk tersebut juga telah dikembangkan dalam bentuk batik dan dipromosikan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan produk lokal daerah.

“Kita tetap terus mengembangkan produk-produk UMKM dan memunculkan ciri khas Aceh Barat sehingga Aceh Barat bisa lebih dikenal,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Meulaboh.

Pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap pengembangan keterampilan masyarakat, termasuk generasi muda.

Khairuzzadi menyebutkan, pihaknya pernah melakukan pelatihan sulaman benang emas bekerja sama dengan Dekranas dan pihak terkait.

Pelatihan tersebut diikuti peserta yang sebelumnya belum memiliki keterampilan hingga mampu menghasilkan produk.

Pada tahun berikutnya, pelatihan bordir juga dilaksanakan dengan sasaran serupa. Pemerintah berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal bagi peserta untuk mengembangkan usaha.

Produk sulaman benang emas yang dihasilkan dalam program tersebut, menurut Khairuzzadi, telah dibawa untuk kegiatan pameran dan promosi di luar Aceh.

Selain kerajinan, pemerintah melihat potensi pengembangan produk pangan berbasis sumber daya lokal.

Salah satunya terdapat di Kecamatan Samatiga melalui pemanfaatan tanaman nipah. Buah nipah dapat diolah menjadi dodol, sementara bagian daun dan lidi dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan.

Khairuzzadi mengatakan, produk tersebut telah mulai dikembangkan oleh masyarakat. Namun, masih diperlukan penguatan dari sisi kemasan dan pemasaran agar dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Ini sudah bergerak, tinggal kita kembangkan dengan packing yang bagus, kemudian pemasarannya yang lebih luas,” katanya.

Pemerintah berharap setiap kecamatan di Aceh Barat dapat mengembangkan produk unggulan masing-masing sehingga tidak hanya menjadi sumber pendapatan masyarakat, tetapi juga dapat memperkuat identitas ekonomi daerah.

Selain pembinaan produk, pemerintah memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya melalui berbagai kegiatan daerah.

Kegiatan seperti Pasar Tani, Car Free Day, dan agenda pemerintah lainnya menjadi salah satu sarana bagi pelaku UMKM untuk bertemu langsung dengan konsumen.

Khairuzzadi mengatakan, keberadaan UMKM dalam berbagai kegiatan tersebut turut memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Pemerintah juga mengupayakan pelaksanaan Pasar Tani secara rutin. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi dan petani agar produk pertanian dapat dipasarkan secara langsung kepada masyarakat.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Aceh Barat, Putra Sidi Murtaza, menilai pengembangan produk lokal harus diikuti strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu meningkatkan kualitas produk, membangun merek, serta memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar.

Ia juga mendorong pelaku UMKM membangun kolaborasi dengan sesama pelaku usaha, perguruan tinggi, pemerintah, dan pihak swasta.

“Ketika kita mau bangkit harus berkolaborasi, bukan hanya bersaing,” kata Putra.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan produk-produk lokal dapat semakin dikenal di luar daerah. Selain penguatan promosi, pemerintah juga mendorong pelaku usaha memenuhi legalitas dan standar produk agar mampu masuk ke pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....