Kerajinan Batok Kelapa Nagan Raya Jadi Produk Kreatif Bernilai Jutaan Rupiah
- 26 Jul 2026 16:44 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Kreativitas mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi terus berkembang di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Salah satunya dilakukan Safrijal, pemilik usaha kerajinan Izul Izan yang berhasil menyulap batok kelapa menjadi berbagai produk unik dan bernilai jual tinggi.
Melalui tangan kreatifnya, limbah batok kelapa yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini berubah menjadi aneka kerajinan, mulai dari tempat kue, mangkuk, aksesori, pot bunga, hingga lampu hias
Safrijal mengatakan, ide memanfaatkan batok kelapa muncul setelah melihat banyaknya limbah yang terbuang di lingkungan sekitar.
| Baca juga: Penjualan Kue Ramadhan Nagan Raya Meningkat |
"Awalnya saya melihat batok kelapa banyak berserakan. Dari sana muncul ide bagaimana limbah ini bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang menghasilkan," ujar Safrijal dalam Podcast RRI Meulaboh.
Usaha Izul Izan mulai dikembangkan sejak 2015 dan semakin berkembang setelah mendapatkan pendampingan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Nagan Raya.
Pada awal produksi, Safrijal hanya menggunakan peralatan sederhana. Namun, setelah mendapat bantuan peralatan dan pelatihan, kapasitas produksi meningkat dan mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Saat ini, Izul Izan memiliki lima orang pekerja dan menghasilkan sekitar 30 jenis produk kerajinan. Harga produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp5 ribu hingga mencapai Rp5 juta untuk produk dengan tingkat kesulitan tinggi seperti lampu hias.
Menurut Safrijal, keberhasilan sebuah produk kerajinan tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga kreativitas dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.
"Kita harus melihat apa yang sedang diminati masyarakat. Dari situ kita menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan," katanya.
Produk kerajinan Izul Izan kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, beberapa produk mulai menembus pasar luar negeri seperti Malaysia dan Jepang.
Safrijal mengaku keberhasilan tersebut juga didukung oleh komunitas perajin batok kelapa tingkat nasional yang menjadi wadah berbagi informasi, pemasaran, dan pengembangan produk.
Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Nagan Raya, Ridiani Fitri, S.SOS mengatakan pemerintah daerah terus mendukung pengembangan UMKM kreatif melalui pelatihan, bantuan alat produksi, serta promosi melalui berbagai kegiatan pameran.
Ia berharap semakin banyak produk lokal Nagan Raya yang mampu bersaing dan menjadi kebanggaan daerah.
"Produk seperti ini memiliki potensi besar untuk menjadi produk unggulan daerah karena memiliki nilai kreativitas dan keunikan tersendiri," ujar Ridiani.
Melalui inovasi dan kerja keras, kerajinan batok kelapa Izul Izan menjadi bukti bahwa limbah dapat berubah menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....