KPPN Meulaboh Dukung Pengarusutamaan Gender dan Digitalisasi UMKM Kreatif
- 03 Jul 2026 00:57 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Meulaboh berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat menggelar Pelatihan Kecakapan Wirausaha (PKW) menjahit sekaligus meluncurkan unit ekonomi kreatif SAJAN (Seuntai Karya Sejuta Rasa) di Aula KPPN Meulaboh, Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan perempuan, pengarusutamaan gender, serta digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, yang hadir mewakili Bupati Aceh Barat. Sebanyak 34 peserta dari Dharma Wanita Persatuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengikuti pelatihan yang berfokus pada pengembangan produk kriya, seperti menjahit dan kerajinan tangan, serta sektor kuliner.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil mengapresiasi inisiatif DWP Aceh Barat yang terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya kaum perempuan, melalui berbagai pelatihan keterampilan. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada KPPN Meulaboh atas dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan UMKM di Aceh Barat melalui penyediaan sarana, prasarana, dan kemitraan berbagai program pemberdayaan.
"Pelatihan menjahit yang kita buka hari ini bukan sekadar mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi keluarga, menciptakan peluang usaha baru, serta memperkuat sektor ekonomi kreatif yang menjadi salah satu pilar pembangunan daerah," ujarnya.
Menurut Said, di tengah tantangan ekonomi saat ini masyarakat tidak dapat lagi bergantung sepenuhnya pada lapangan pekerjaan formal. Karena itu, penguasaan keterampilan menjadi modal penting untuk membangun usaha mandiri bahkan membuka lapangan pekerjaan baru.
Ia juga menilai peluncuran label SAJAN merupakan langkah strategis dalam membangun identitas dan kepercayaan terhadap produk lokal Aceh Barat sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar yang lebih luas.
"Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen memperkuat sektor UMKM melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, pelatihan kewirausahaan, promosi produk lokal, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas pemasaran," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua DWP Kabupaten Aceh Barat, Cut Zulfahnur, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan dasar menjahit sebagai salah satu upaya memperkuat ekonomi keluarga.
Menurutnya, DWP Aceh Barat juga menggandeng KPPN Meulaboh dalam pemanfaatan platform digital pemerintah, yakni aplikasi Digipay, sehingga produk-produk anggota dapat dipasarkan secara lebih luas dan terintegrasi.
"Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong anggota DWP tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu memasarkan produknya secara digital sehingga memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih besar," ujarnya.
Cut Zulfahnur menjelaskan, unit ekonomi kreatif SAJAN mengusung visi "Sentuhan Lokal dan Akses Global" sebagai wadah pengembangan produk kriya dan kuliner yang dikelola secara profesional. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memperkuat produk unggulan lokal Aceh Barat.
Pada kesempatan yang sama, Bayu yang mewakili Kepala KPPN Meulaboh menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung pemberdayaan UMKM melalui berbagai program kolaboratif.
Ia menyebutkan, KPPN Meulaboh selama ini telah menginisiasi berbagai kegiatan, di antaranya sosialisasi hak merek dan kontrak bisnis, partisipasi pada PON XXI Expo Aceh Barat 2024, pemberdayaan UMKM di pulau terluar, evaluasi pembiayaan Ultra Mikro (UMi), digitalisasi keuangan melalui Digipay, digitalisasi pemasaran melalui platform Keude Geutanyo, serta penyediaan Galeri Pojok UMKM di Kantor KPPN Meulaboh.
"KPPN Meulaboh siap terus bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan UMKM sebagai salah satu pilar perekonomian nasional. Pelatihan ini menjadi bentuk nyata dukungan kami terhadap pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan," katanya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, DWP, dan KPPN Meulaboh berharap semakin banyak perempuan yang memiliki keterampilan, mampu mengembangkan usaha secara mandiri, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar produk lokal sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....