Dekranasda Harapkan Peserta PKW Dapat Implementasi Dalam Berwirausaha
- 19 Des 2025 19:19 WIB
- Meulaboh
KBRN Meulaboh : Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Meulaboh. Menggelar Pelatihan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2025 bagi perajin sulaman benang emas (kasab) dan membatik.
Kegiatan ini bertujuan mencetak wirausaha muda serta mendorong pertumbuhan dan pengembangan UMKM dan Produk Kreatif di Kabupaten Aceh Barat.
Ketua Dekranasda Aceh Barat, Afrinda Novalia, SE., MM, menyampaikan pada penutupan kegiatan pelatihan PKw bahwa program PKW dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan berwirausaha yang berfokus pada kerajinan sulaman benang emas dan membatik, yang merupakan warisan budaya Aceh dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi.
“saya sangat bangga melihat adik-adik perajin sulaman benang emas yang masih muda dan mau menekuni usaha kerajinan ini. Di tangan generasi muda, kami menaruh harapan besar agar sulaman benang emas atau kasab tetap lestari dan terus berkembang, begitu juga dengan kegiatan membatik,” ujar Afrinda.
Ia menjelaskan bahwa pada pelatihan sulaman benang emas dan membatik ini, peserta dibekali keterampilan dengan mengangkat motif Sulubayung dan Pintu Aceh, yang sarat dengan nilai kearifan budaya lokal Aceh.
Menurut Afrinda, keterlibatan generasi muda, khususnya dari kalangan generasi Z, diharapkan mampu melahirkan ide-ide baru, kreativitas, serta inovasi produk agar kerajinan sulaman benang emas dan batik khas Aceh Barat dapat diterima dan dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, Afrinda berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk merintis usaha secara mandiri dan berdaya saing, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat melalui pengembangan UMKM dan Produk Kreatif di Kabupaten Aceh Barat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, setiap peserta pelatihan akan mendapatkan bantuan modal berupa peralatan sulaman benang emas yang meliputi bahan jahitan, kain beludru, kain puring, kain polos, benang emas (gim), benang jahit, renda, resleting, perekat, serta mesin jahit yang dapat digunakan sebagai modal awal merintis usaha.
“Peralatan yang diberikan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya agar peserta mampu memproduksi dan memasarkan produk sulaman benang emas secara mandiri,” tambahnya.
Ia juga menekankan agar peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan ini secara optimal, terus melakukan inovasi yang mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan budaya lokal Aceh.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan PKW perajin sulaman benang emas, Ida Rahayu, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan dan bantuan peralatan yang diberikan.
“Dengan pelatihan ini, saya akan menerapkan ilmu yang didapat untuk berwirausaha dan berupaya memajukan usaha sulaman benang emas di Aceh Barat. Bantuan mesin jahit serta perlengkapan sulaman dari Pemkab Aceh Barat sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Meulaboh, Linggo Supranggono yang mengatakan komitmennya dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Dekranasda Aceh Barat. Kegiatan PKW dinilai sangat bermanfaat karena menyasar generasi muda, khususnya generasi Z, melalui pelatihan sulaman benang emas dan membatik guna mencetak wirausaha muda yang mandiri dan berdaya saing.
Melalui pelaksanaan PKW Tahun 2025 ini, diharapkan dapat lahir generasi muda Aceh Barat yang kreatif, inovatif, dan berjiwa wirausaha, sekaligus mampu menjaga keberlangsungan kerajinan khas daerah sebagai identitas budaya dan sumber ekonomi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....