Patriot UI Latih Warga Transmigrasi Olah Sabun Jelantah

  • 14 Nov 2025 15:28 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Selama dua hari, 10–11 November 2025, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) bersama Kementerian Transmigrasi menggelar pelatihan pembuatan sabun berbahan minyak jelantah bagi masyarakat transmigrasi di Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat. Kegiatan ini diikuti 20 peserta dari empat gampong, yakni Alue Keumuneng, Simpang Teumarom, Karang Hampa, dan Gunung Pulo.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari luaran utama Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi, yakni menghasilkan rekomendasi berbasis data melalui kegiatan lapangan untuk evaluasi pengembangan kawasan transmigrasi. Peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, pemuda, BUMG, koperasi, dan pelaku usaha lokal mengikuti pelatihan dengan antusias.

Sekretaris Camat Woyla Barat, Taufiq Hidayat, S.E., M.Si., membuka kegiatan sekaligus mengapresiasi inisiatif mahasiswa UI yang hadir langsung di desa. Ia menilai pendampingan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. “Masyarakat transmigrasi memiliki semangat tinggi, hanya perlu kesempatan dan bimbingan. Pelatihan ini membuka peluang usaha baru dari potensi yang ada,” ujarnya.

Materi hari pertama disampaikan Dr. rer. nat. Ilham Maulana, Dosen Kimia Universitas Syiah Kuala. Ia menjelaskan dasar pembuatan sabun, mulai dari reaksi saponifikasi, komposisi bahan, hingga pentingnya menjaga pH agar aman digunakan. Dr. Ilham juga menekankan bahwa minyak jelantah memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan tepat. Peserta kemudian melakukan praktik langsung membuat sabun dari minyak jelantah yang telah disaring, dipadukan dengan NaOH, air RO, dan pewangi alami. Suasana pelatihan berlangsung hangat dengan proses belajar yang interaktif.

Pada hari kedua, hujan tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti sesi lanjutan bersama Arafah, S.E., M.Si., narasumber dari UPT Kawasan Hutan Lindung DLH Aceh Barat. Ia membahas pentingnya membangun kemitraan usaha serta memberikan pemahaman terkait pendaftaran merek dagang UMKM secara gratis. “Produk desa juga perlu identitas. Dengan merek dagang, nilai jual bisa meningkat,” jelasnya.

Sesi berikutnya diisi Ary Maulana, S.Sos., Koordinator Lapangan Tim Ekspedisi Patriot Aceh Barat, yang memandu peserta menghitung HPP dan potensi keuntungan sabun jelantah. Peserta tampak antusias saat mempelajari cara menentukan harga jual agar produk bisa bersaing di pasar.

Ibu Masyitah dari Gampong Alue Keumuneng mengaku pelatihan ini membuka pemahaman baru. “Selama ini minyak bekas kami buang begitu saja. Sekarang kami bisa memanfaatkannya dan mungkin membuka usaha kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Dewita Angelina dari Tim Ekspedisi Patriot UI menyebut pelatihan ini menjadi jembatan bagi kampus dan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis lingkungan. “Kami berharap kegiatan ini melahirkan usaha baru yang bisa membantu kemandirian masyarakat transmigrasi,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama peserta dan instruktur sambil memamerkan sabun hasil karya masing-masing kelompok. Dari limbah minyak jelantah, warga transmigrasi kini melihat peluang usaha baru yang bernilai ekonomis dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....