5 Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Bikin Pengeluaran Membengkak
- 19 Agt 2026 22:33 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Pengeluaran bulanan yang membengkak tidak selalu dipicu oleh pembelian barang mahal. Justru, lima kebiasaan kecil yang dilakukan berulang setiap hari dapat membuat uang cepat habis tanpa disadari, mulai dari sering jajan, tergoda promo, belanja impulsif, terlalu mudah menggunakan pembayaran digital, hingga membiarkan langganan otomatis terus berjalan.
Kebiasaan tersebut terlihat sederhana karena setiap transaksi mungkin hanya bernilai kecil. Namun, ketika dilakukan terus-menerus dan tanpa pencatatan, pengeluaran kecil dapat terakumulasi menjadi jumlah yang cukup besar pada akhir bulan.
Kebiasaan pertama adalah sering jajan tanpa menghitung total pengeluaran. Membeli kopi, camilan, minuman kekinian, atau makanan melalui layanan pesan antar memang terlihat sebagai pengeluaran biasa. Namun, jika dilakukan hampir setiap hari, jumlahnya dapat terus bertambah.
Masalahnya, banyak orang hanya melihat nominal dalam satu kali transaksi, bukan akumulasi pengeluaran selama sebulan. Misalnya, pengeluaran Rp20 ribu sehari mungkin terasa kecil. Namun, jika dilakukan setiap hari selama 30 hari, jumlahnya sudah mencapai Rp600 ribu.
Kebiasaan kedua yang dapat membuat pengeluaran membengkak adalah terlalu mudah tergoda promo dan diskon. Label “flash sale”, “diskon terbatas”, hingga “gratis ongkir” sering membuat seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak direncanakan.
Penelitian berjudul Impulsive Buying in the Digital Age: Investigating the Dynamics of Sales Promotion, FOMO, and Digital Payment Methods menunjukkan bahwa promosi penjualan dapat mendorong kecenderungan pembelian impulsif. Studi yang melibatkan ratusan responden tersebut juga menyoroti peran metode pembayaran digital dalam perilaku belanja spontan.
Kebiasaan ketiga adalah membeli barang karena keinginan sesaat. Saat melihat produk yang menarik di media sosial atau marketplace, seseorang bisa langsung memasukkannya ke keranjang dan melakukan pembayaran tanpa mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.
Penelitian dari Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship yang terbit pada 2025 menunjukkan bahwa kebiasaan belanja dan penggunaan layanan PayLater memiliki hubungan dengan perilaku impulse buying pada responden Generasi Z yang diteliti. Studi tersebut juga menekankan pentingnya literasi keuangan untuk membantu mengendalikan keputusan pembelian yang tidak direncanakan.
Kebiasaan keempat adalah terlalu sering melakukan transaksi kecil dengan pembayaran digital tanpa mengecek totalnya. Kemudahan membayar melalui dompet digital, kartu, maupun aplikasi membuat proses transaksi terasa cepat dan praktis.
Namun, sebuah penelitian dalam jurnal Behavioral Sciences pada 2025 menemukan bahwa pembayaran digital dapat membuat aktivitas belanja terasa kurang nyata secara psikologis dibandingkan penggunaan uang tunai. Berkurangnya hambatan psikologis saat membayar dapat berkaitan dengan peningkatan pembelian dan perilaku impulsif.
Artinya, transaksi Rp10 ribu, Rp20 ribu, atau Rp30 ribu yang dilakukan berkali-kali bisa saja tidak terlalu terasa saat itu. Namun, ketika seluruh transaksi dikumpulkan dalam satu bulan, total pengeluarannya dapat menjadi jauh lebih besar dari perkiraan.
Kebiasaan kelima adalah lupa menghentikan langganan yang sudah jarang digunakan. Biaya aplikasi musik, layanan streaming film, penyimpanan digital, hingga fitur premium tertentu dapat terus dipotong secara otomatis setiap bulan.
Karena nominalnya relatif kecil, biaya langganan sering kali luput dari perhatian. Padahal, beberapa layanan yang masing-masing hanya dikenakan biaya puluhan ribu rupiah dapat menjadi beban tambahan apabila sebenarnya sudah tidak digunakan.
Lima kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran membengkak tidak selalu dimulai dari keputusan belanja besar. Sering jajan tanpa batas, tergoda promo, membeli karena keinginan sesaat, terlalu mudah bertransaksi secara digital, dan membiarkan langganan otomatis berjalan merupakan contoh pengeluaran kecil yang dapat menumpuk.
Karena itu, langkah sederhana seperti mencatat pengeluaran harian, membuat batas anggaran untuk jajan, menunda pembelian barang yang tidak direncanakan, memeriksa riwayat transaksi digital, serta mengevaluasi langganan bulanan dapat membantu mengendalikan keuangan.
Pada akhirnya, menjaga dompet tetap aman tidak selalu harus dimulai dengan perubahan besar. Mengenali lima kebiasaan kecil yang sering dilakukan justru dapat menjadi langkah awal untuk mencegah pengeluaran membengkak. Sebab, uang sering kali tidak habis karena satu pembelian mahal, melainkan karena terlalu banyak pengeluaran kecil yang dianggap sepele.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....