Inflasi Gerus Daya Beli, Akademisi Bagikan Kunci Mengamankan Masa Depan Finansial

  • 26 Jul 2026 16:39 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi di tengah inflasi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Hal tersebut disampaikan Dosen Ekonomi Syariah STAI Darul Hikmah Aceh Barat, Arizul Suwar, M.Pd., dalam program Dialog Interaktif Inflasi dan Investasi RRI Meulaboh, Rabu 22 Juli 2026.

Menurut Arizul, inflasi menyebabkan daya beli masyarakat terus menurun dari waktu ke waktu. Nilai uang secara nominal memang tetap, namun kemampuan membeli barang dan jasa semakin berkurang.

“Dulu uang Rp10.000 bisa membeli banyak kebutuhan. Sekarang dengan nominal yang sama, barang yang didapat jauh lebih sedikit. Itu salah satu dampak inflasi yang harus dipahami masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, permasalahan keuangan keluarga sering kali bukan hanya disebabkan oleh kecilnya pendapatan, tetapi juga karena pengeluaran yang tidak terkontrol. Salah satu penyebab utama adalah perilaku konsumtif yang didorong tren dan gengsi.

“Ketika berbelanja, masyarakat perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah ini kebutuhan atau hanya keinginan. Banyak pengeluaran terjadi karena ingin mengikuti tren, bukan karena kebutuhan,” katanya.

Arizul menilai pencatatan keuangan sederhana menjadi langkah efektif untuk menjaga stabilitas finansial keluarga. Dengan mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran, masyarakat dapat mengevaluasi kebiasaan belanja yang tidak diperlukan.

“Tidak perlu seperti akuntan. Catat saja secara sederhana. Dari situ kita bisa melihat uang habis ke mana dan apa yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar memiliki dana darurat dan membiasakan menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan maupun investasi sesuai kemampuan.

Menurutnya, investasi tidak harus dimulai dengan modal besar. Menabung secara konsisten dan membeli aset seperti emas secara bertahap dapat menjadi pilihan untuk menjaga nilai uang dalam jangka panjang.

“Yang terpenting adalah manajemen keuangan. Ketika pengeluaran dapat dikendalikan, peluang untuk menabung dan berinvestasi akan semakin besar,” ucapanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....