Hasil FGD UTU Jadi Pijakan Penguatan Usaha Ikan Teri di Aceh Barat

  • 25 Jun 2026 13:34 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh — Tim Universitas Teuku Umar (UTU) mulai menyusun langkah penguatan usaha ikan teri bersama Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) Camar Laut di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Langkah tersebut disusun berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada 12 Juni 2026. Pertemuan itu menjadi ruang bagi tim UTU dan anggota kelompok untuk membicarakan secara terbuka berbagai kendala yang mereka hadapi, mulai dari proses pengeringan, kualitas produk, pencatatan usaha, hingga pemasaran.

FGD tersebut merupakan tahap awal kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai melalui Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.

Program ini mengusung tema “Optimalisasi Nilai Tambah Ikan Teri Kecil melalui Hilirisasi Berbasis Teknologi Tepat Guna Pengeringan dan Standardisasi Produksi pada Kelompok Poklahsar Camar Laut.”

Tim pelaksana diketuai Nabila Ukhty, S.Pi., M.Si. dari Program Studi Perikanan UTU. Tim juga diperkuat Muhammad Arif, S.Pi., M.Si. dari Program Studi Perikanan dan Yasrizal, M.Si. dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi UTU. Sejumlah mahasiswa turut terlibat dalam pendataan, dokumentasi, dan pendampingan kelompok.

Dalam diskusi tersebut, anggota Poklahsar Camar Laut mengungkapkan bahwa cuaca masih menjadi tantangan terbesar dalam proses pengolahan ikan teri. Selama ini, pengeringan dilakukan dengan mengandalkan sinar matahari sehingga produksi mudah terganggu ketika hujan turun atau kelembapan udara meningkat.

Akibatnya, waktu pengeringan menjadi lebih lama, kualitas ikan teri tidak selalu seragam, dan bahan baku berisiko mengalami kerusakan. Persoalan ini semakin terasa ketika hasil tangkapan sedang melimpah, sementara proses pengeringan tidak dapat dilakukan secara optimal.

Tim dan anggota kelompok kemudian menelusuri seluruh tahapan produksi, mulai dari penerimaan bahan baku, sortasi, pencucian, penggaraman, pengeringan, pengemasan, hingga penyimpanan. Dari pembahasan tersebut, tahap pengeringan menjadi salah satu titik penting yang perlu segera diperbaiki.

Ketua tim pelaksana, Nabila Ukhty, mengatakan FGD dilakukan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan kelompok.

“Pertemuan ini penting karena kami dapat mendengar langsung pengalaman anggota kelompok. Dari situ, kami bisa mengetahui persoalan yang paling mendesak dan menentukan bentuk pendampingan yang tepat,” kata Nabila.

Menurutnya, teknologi yang nantinya diterapkan harus mudah digunakan, aman, dan mampu membantu kelompok mempertahankan kualitas produk meskipun kondisi cuaca tidak mendukung.

Pembahasan tidak hanya berhenti pada persoalan produksi. Tim juga menemukan bahwa pencatatan jumlah bahan baku, biaya, hasil produksi, produk rusak, dan penjualan masih perlu diperkuat.

Yasrizal mengatakan pencatatan usaha yang sederhana tetapi teratur akan membantu kelompok mengetahui kondisi usahanya secara lebih jelas.

“Kelompok perlu mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan, berapa hasil produksi yang diperoleh, dan pada bagian mana kerugian paling sering terjadi. Informasi itu penting untuk menentukan harga jual dan merencanakan pengembangan usaha,” ujarnya.

FGD juga membahas kemasan produk dan pola pemasaran yang selama ini dijalankan. Kedua aspek tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena kualitas produk yang baik harus didukung oleh kemasan yang menarik dan akses pasar yang lebih luas.

Hasil pertemuan selanjutnya akan digunakan untuk menyusun tahapan pendampingan, mulai dari penerapan teknologi pengeringan, standardisasi proses produksi, pencatatan usaha, hingga penguatan pengemasan dan pemasaran.

Bagi tim UTU, FGD pertama ini bukan sekadar pertemuan pembuka. Diskusi tersebut menjadi pijakan untuk memastikan setiap kegiatan yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan Poklahsar Camar Laut dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....