Benahi Tata Kelola, PT PEMA Siapkan Transformasi BUMD Aceh

  • 05 Jun 2026 12:02 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • PT PEMA fokus membenahi tata kelola perusahaan untuk memperkuat fondasi sebagai BUMD yang profesional dan transparan
  • Kinerja bisnis meningkat, ditandai kemenangan sengketa kopi, kenaikan harga jual gas, dan peningkatan nilai jual sulfur.
  • Perusahaan mulai melakukan diversifikasi usaha dan digitalisasi untuk memperluas sumber pendapatan dan mendukung kontribusi bagi PAD Aceh.

RRI.CO.ID, Banda Aceh – PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA menempatkan pembenahan tata kelola perusahaan dan penguatan kinerja bisnis sebagai fokus utama sepanjang 2025. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat fondasi perusahaan menuju badan usaha milik daerah (BUMD) yang lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menyampaikan, transformasi itu ditandai dengan penguatan penerapan Good Corporate Governance (GCG) melalui perbaikan struktur organisasi, penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan pengawasan internal, serta penguatan sistem pelaporan yang lebih transparan dan terukur.

Selain pembenahan internal, PT PEMA juga mencatat sejumlah capaian bisnis. Salah satunya adalah kemenangan dalam perkara kopi melawan PT Jingki Roda Gayo (JRG) berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 9/Pdt.G/2025/PN Bna.

"Upaya yang kita lakukan ini menjadi langkah penting dalam menjaga aset dan kepentingan perusahaan milik daerah menuju transformasi BUMD Aceh," ujar Mawardi Nur, dalam siaran pers diterima RRI.CO.ID, Jumat 5 Juni 2026.

Di sektor energi, kata dia anak usaha PT PEMA, yakni PT Pema Global Energy (PGE), berhasil meningkatkan harga jual gas melalui optimalisasi kontrak dan strategi bisnis yang lebih efektif.

Peningkatan tersebut berpotensi memperkuat kinerja perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kinerja positif juga terlihat pada pengelolaan komoditas sulfur.

"Melalui pendekatan yang lebih adaptif terhadap kondisi pasar, perusahaan mampu meningkatkan nilai jual komoditas tersebut sehingga memperkuat pendapatan usaha," ujarnya.

Direksi PT PEMA juga menaruh perhatian pada penguatan disiplin keuangan melalui efisiensi anggaran, rasionalisasi biaya operasional, dan peningkatan kontrol pengeluaran.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan usaha di tengah dinamika dunia bisnis.

Di sisi lain, perusahaan mulai mempercepat proses digitalisasi dan peningkatan kualitas layanan guna menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar yang terus berubah.

"PT PEMA juga mulai melakukan diversifikasi usaha melalui perdagangan kopi dan penjajakan sektor telekomunikasi sebagai sumber pendapatan baru," sebut Mawardi.

Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa setiap ekspansi akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kesiapan kompetensi dan tata kelola yang baik.

Sepanjang 2025, PT PEMA menilai proses transformasi yang dijalankan belum berorientasi pada ekspansi besar, melainkan pada penguatan fondasi perusahaan.

Langkah tersebut diharapkan menjadi modal penting untuk membangun BUMD yang mampu bersaing, memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, dan menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Aceh.

"Transformasi yang sedang berlangsung itu menjadi bagian dari upaya PT PEMA untuk beralih dari pola pengelolaan BUMD yang bersifat administratif menuju entitas bisnis yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan," demikian Mawardi Nur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....