Buah Sangkis Kian Langka, Jejak Transmigrasi di Aceh Barat Tinggal Kenangan
- 29 Apr 2026 14:33 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh — Buah sangkis, yang memiliki cita rasa manis menyerupai jeruk bali, kini semakin sulit ditemukan di Kabupaten Aceh Barat. Buah ini diketahui merupakan hasil budidaya para transmigran asal Pulau Jawa yang datang ke wilayah tersebut pada era 1980-an.
Pakar sejarah lokal, Syambudiman, mengatakan tanaman buah sangkis dulunya banyak dibudidayakan di kawasan transmigrasi SP 6, Desa Bale, yang kini masuk wilayah Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Hal itu disampaikannya di Meulaboh, Rabu (29/4/2026).
“Pada masa awal transmigrasi tahun 1980-an, kawasan SP 6 dipenuhi tanaman jeruk sangkis berwarna hijau. Itu menjadi salah satu komoditas warga saat itu,” ujar Syambudiman.
Ia menjelaskan, buah sangkis pada masa tersebut dijual dengan harga yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp500 per buah, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat transmigrasi maupun warga lokal.
Namun seiring berjalannya waktu, lanjutnya, keberadaan tanaman sangkis mulai tergeser oleh komoditas lain, terutama perkebunan kelapa sawit yang kini mendominasi wilayah tersebut.
“Kini tanaman sangkis sudah banyak tergantikan oleh sawit. Buah ini menjadi langka dan hanya tinggal kenangan bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Kaway XVI dan Meureubo,” jelasnya.
Meski demikian, Syambudiman menyebut masih ada sebagian warga yang dapat menikmati buah tersebut, terutama dari hasil cangkokan tanaman lama yang masih dipelihara secara terbatas.
“Bagi warga yang dulu sempat mengambil batang cangkok, mereka masih bisa merasakan buah sangkis hingga sekarang, meskipun jumlahnya sangat terbatas,” tambahnya.
Ia juga menuturkan bahwa kawasan SP 6 yang dahulu berada di Kecamatan Kaway XVI kini telah dimekarkan menjadi bagian dari Kecamatan Meureubo, sebagai bagian dari perkembangan wilayah di Aceh Barat.
Keberadaan buah sangkis menjadi bagian dari sejarah lokal yang merekam jejak kehidupan transmigrasi di Aceh Barat, sekaligus menjadi kenangan yang kini mulai memudar seiring perubahan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....