Pasokan Cabai Luar, Tekan Kenaikan Harga Pasar Meulaboh
- 01 Des 2025 12:27 WIB
- Meulaboh
KBRN, Meulaboh: Persediaan cabai di Pasar Bina Usaha Meulaboh pascabanjir besar yang melanda Aceh mulai berangsur tersedia. Meski harganya masih berfluktuasi akibat kendala distribusi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Aceh Barat, Khairuzzadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar pada Sabtu pagi bersama Sekda, Kadis Pangan, dan Kabag Ekonomi untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok, terutama komoditas cabai yang sempat langka saat banjir.
Menurut Khairuzzadi, cabai yang masuk ke Pasar Bina Usaha saat ini sebagian besar berasal dari Sumatera Utara. Namun biaya angkut relatif tinggi karena jalur distribusi di wilayah Ladang Rimba masih terdampak banjir sehingga akses transportasi belum sepenuhnya normal.
“Tadi pagi kami melakukan sidak ke pasar bersama Sekda, Kadis Pangan dan Kabag Ekonomi. Cabe yang masuk ada dari Sumatera Utara, tetapi biaya angkutnya tinggi karena masih banjir di daerah Ladang Rimba,” ujarnya.
Selain pasokan dari luar daerah, tersedia pula cabai dari petani lokal Aceh Barat, namun jumlahnya masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara penuh.
Khairuzzadi menambahkan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan pasokan komoditas penting ini, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga stabilitas stok selama masa pemulihan pascabanjir.
Dua hari terakhir harga eceran cabai merah maupun cabai rawit di Aceh Barat melonjak tinggi. Biasanya seharga Rp30 ribu per kilogram, tiba -tiba tembus Rp300 ribu bahkan Rp400 ribu per kilogram.
Sementara kedatangan cabai dari pasar luar Aceh itu sedikit mengurangi beban masyarakat. Harga eceran dijual senilai Rp150 ribu per kilogram.
"Kami beli seharga Rp150 ribu per kilogram. Dari pada tidak ada cabai, tidak apalah di tengah kondisi bencana saat ini," ujar salah seorang warga Aceh Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....