Meski Harga Turun, Penyulingan Nilam Tetap Jalan
- 07 Mei 2025 23:47 WIB
- Meulaboh
KBRN, Meulaboh: Di tengah merosotnya harga minyak nilam di pasaran, semangat para petani nilam di Aceh Barat tetap tak surut. Salah satu contohnya adalah Tgk. Abdul Manan, petani nilam sekaligus pemilik penyulingan minyak nilam asal Desa Karak, Kecamatan Woyla Barat, yang terus menjalankan aktivitasnya setiap hari.
“Meski harga lagi turun, penyulingan tetap berjalan. Banyak petani yang masih mengandalkan proses ini untuk menjual hasil panennya,” ujar Tgk. Abdul Manan kepada RRI, Selasa (7/5/2025). Ia menjelaskan bahwa dalam sehari, proses penyulingan bisa dilakukan hingga empat kali, dengan durasi penyulingan selama lima jam untuk setiap sesi.
Dalam satu kali proses, sekitar 35 kilogram daun nilam dapat menghasilkan sekitar tujuh hingga delapan ons minyak nilam. Tak hanya mengolah hasil kebunnya sendiri, Tgk. Abdul Manan juga melayani penyulingan dari para petani di sekitarnya. “Kalau orang lain mau suling, saya kenakan upah Rp200 ribu sekali suling,” ucapnya.
Harga minyak nilam yang sebelumnya berada di kisaran Rp1.350.000 per kilogram, kini anjlok menjadi Rp800.000 hingga Rp900.000 dalam tiga hari terakhir. Meskipun demikian, minyak nilam tetap menjadi komoditas bernilai karena kegunaannya yang luas.
Minyak ini dipakai buat bahan dasar parfum, kosmetik, sampai sabun dan sampo karena sifat antibakteri dan pelembapnya.
Ia berharap harga minyak nilam bisa kembali stabil agar petani dan pelaku usaha penyulingan seperti dirinya tetap bertahan. “Harapan kita ke depan, ada perhatian dari pemerintah soal kestabilan harga supaya usaha ini terus berjalan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....