ASN Simeulue Resah, Gaji 13 Belum dibayarkan
- 26 Jun 2025 00:48 WIB
- Meulaboh
KBRN, Simeulue : Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kabupaten Simeulue mulai gelisah. Kegelisahan itu karena hingga saat ini gaji ke-13 tahun 2025 belum juga menunjukkan tanda-tanda akan dicairkan.
Tambahan penghasilan setara gaji satu bulan penuh yang seharusnya tanpa potongan ini sangat dinantikan, namun hingga kini belum ada kepastian kapan dana tersebut akan dibayarkan. Beberapa ASN yang menghubungi bagian keuangan di dinas masing-masing pun tidak mendapatkan jawaban pasti, bahkan petugas memilih bungkam.
Padahal di beberapa kabupaten dan provinsi lain, gaji ke-13 sudah mulai dicairkan bahkan sebelum Hari Raya Iduladha. Sementara bagi pensiunan, gaji ke-13 telah dicairkan sejak awal Juni 2025 lalu.
Bagi ASN, gaji ke-13 sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tahun ajaran baru anak sekolah yang akan dimulai pada 14 Juli 2025. Para ASN yang juga wali murid merasa terdesak, mengingat biaya seragam sekolah, sepatu, tas, dan perlengkapan lainnya harus segera dipenuhi.
Beberapa ASN bahkan mengaku terpaksa berutang di toko pakaian dan tempat menjahit untuk memenuhi kebutuhan anak mereka. “Kalau tidak diutang sekarang, nanti stok barang habis, apalagi jumlah anak-anak sekolah di kabupaten ini sangat banyak,” ucap seorang ASN kepada RRI, Rabu (25/6/2025).
Ia berharap pemerintah daerah Kabupaten Simeulue memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Baginya, gaji dan tunjangan bulanan merupakan sumber penghidupan utama para ASN, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini.
Mengacu pada Pasal 9 PP Nomor 11 Tahun 2025, komponen gaji ke-13 ASN yang dibiayai APBN meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, serta tunjangan kinerja sesuai pangkat dan jabatan.
“Mohon dipercepat pencairannya, karena ini murni kebutuhan pendidikan anak-anak kami yang akan segera memasuki tahun ajaran baru,” pintanya penuh harap.
Saat dikonfirmasi RRI, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Simeulue, Dodi Juliardi Bas, S.STP., M.M., mengatakan bahwa proses pencairan sedang diupayakan dan menunggu transfer dana dari pemerintah pusat. “Iya, kita sedang menunggu,” ucapnya singkat melalui sambungan telepon.
Pj Sekda membenarkan bahwa kas daerah saat ini kosong dan sangat tergantung pada transfer bulanan dari pusat. “Biasanya transferan itu masuk di akhir bulan, jadi untuk saat ini kami memprioritaskan pembayaran gaji pokok terlebih dahulu,” ucapnya.
Dodi mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan pencairan gaji ke-13 bisa terealisasi pada bulan Juli, meski belum bisa memastikan tanggal pasti. Ia juga mengaku pihaknya sedang mengupayakan untuk terlebih dahulu mencairkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN, karena nilai nominalnya lebih kecil dibandingkan gaji ke-13 yang mencapai sekitar Rp18 miliar.
“Kami akan terus berupaya untuk mencairkan hak ASN secepatnya sesuai kemampuan keuangan daerah,” ucapnya meyakinkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....