LPPM UTU Gelar FGD Pelestarian Kesenian Sida Lupa
- 05 Agt 2026 15:53 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID- Meulaboh – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Menjaga Jejak, Menghidupkan Warisan Masa Depan Kesenian Si Dalupa di Kabupaten Aceh Barat". Selasa 4 Agustus 2026
Kegiatan yang berlangsung di Aula Parkside Meuligoe Hotel, Meulaboh, tersebut diikuti oleh pelajar, mahasiswa, Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat, tokoh budaya, serta berbagai pemangku kepentingan.
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan,Dosen UTU Meulaboh Dr. Vellayati Hajad, M.A, pada rri.co.id mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan Kesenian Si Dalupa sebagai salah satu warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Aceh Barat.
"Si Dalupa bukan sekadar kesenian tradisional, tetapi merupakan identitas budaya dan warisan yang merekam nilai-nilai kehidupan masyarakat Aceh Barat", ujarnya
Dari silih berganti tahun dan perubahan zaman, tantangan pelestariannya semakin besar, Oleh karena itu, budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus dihidupkan melalui regenerasi, pendidikan, dokumentasi, dan kolaborasi berbagai pihak.
Melalui kegiatan forum diskusi tersebut diharapkan lahir berbagai gagasan serta rekomendasi yang dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi pelestarian Si Dalupa secara berkelanjutan.
"Melalui forum ini, saya berharap lahir gagasan dan rekomendasi yang dapat menjadi dasar bagi upaya pelestarian Si Dalupa secara berkelanjutan. Dengan bersatunya pemerintah, lembaga adat, pelaku seni, akademisi, dan masyarakat, saya yakin kita dapat merumuskan langkah-langkah nyata untuk memastikan Si Dalupa tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang," katanya.
Dalam kegiatan FGD menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, yakni akademisi Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, tokoh budaya, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat.
Para narasumber membahas sejarah, nilai filosofis, tantangan pelestarian, hingga strategi pengembangan Kesenian Si Dalupa agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.
Berbagai perwakilan Para pelajar, mahasiswa, pegiat seni, dan peserta lainnya menyampaikan berbagai pandangan mengenai pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah.
Melalui penyelenggaraan FGD ini, LPPM UTU Meulaboh berharap terbangun sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga adat, komunitas seni, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan Kesenian Si Dalupa, sehingga warisan budaya tersebut tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....