Radio Rimba Raya Suara dari Aceh yang Menjaga Eksistensi Republik

  • 29 Jul 2026 14:14 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - UPTD Meseum Aceh mengadakan Pameran Temporer berbagai koleksi foto Foto Sejarah yang bisa lihat pengunjung masyarakat yang datang berkunjung

Kasie Koleksi dan Bimbingan Edukasi, Nurhasanah, Selasa 28 Juli 2026 mengatakan Salah-satu foto yang ditampilkan dalam Pameran Temporer Foto Sejarah Museum Aceh mengangkat kisah Radio Rimba Raya, sebuah pemancar radio darurat yang beroperasi di pedalaman Tanah Gayo pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Kehadiran radio ini menjadi bukti penting peran Aceh dalam menjaga keberlangsungan Republik Indonesia ketika negara berada pada salah satu masa paling kritis dalam sejarahnya.

Pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi Militer II dan berhasil menduduki Yogyakarta, ibu kota Republik Indonesia saat itu. Belanda kemudian menyebarkan propaganda ke dunia internasional bahwa Republik Indonesia telah hancur dan tidak lagi memiliki pemerintahan yang sah. Dalam situasi tersebut, Radio Rimba Raya yang dioperasikan oleh Divisi X/Tentara Republik Indonesia di Aceh tampil sebagai sarana komunikasi perjuangan yang sangat vital.

Melalui siarannya, Radio Rimba Raya membantah propaganda Belanda dan menyampaikan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih berdiri, Salah satu siaran yang paling dikenal berbunyi, “Republik Indonesia masih ada, karena pemimpin republik masih ada, tentera republik masih ada, pemerintah republik masih ada, wilayah republik masih ada dan di sini adalah Aceh.” Pesan tersebut kemudian ditangkap dan disebarluaskan oleh berbagai stasiun radio di luar negeri sehingga dunia mengetahui bahwa perjuangan Republik Indonesia masih berlangsung, Tuturnya.

Beroperasi dari kawasan hutan di Dataran Tinggi Gayo, Radio Rimba Raya menjadi penghubung informasi antara para pejuang di dalam negeri dan masyarakat internasional. Siarannya dapat diterima hingga Semenanjung Malaya, Singapura, Filipina, Vietnam, Australia, bahkan Eropa. Peran inilah yang menjadikan Radio Rimba Raya sebagai salah satu instrumen diplomasi perjuangan Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan.

Untuk mengenang jasa besar tersebut, pemerintah membangun Tugu Perjuangan Radio Rimba Raya di Kampung Rimba Raya, Kabupaten Bener Meriah. Monumen itu diresmikan pada 27 Oktober 1987 oleh Menteri Koperasi/Kepala Bulog Bustanil Arifin. Kini, Radio Rimba Raya dikenang sebagai simbol keteguhan Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga eksistensi Republik Indonesia di mata dunia.

"Melalui foto-foto sejarah yang dipamerkan, pengunjung diajak memahami bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan di medan perang, tetapi juga melalui gelombang radio yang menembus batas negara. Dari rimba Aceh, suara republik disiarkan ke dunia, memastikan bahwa Indonesia tetap masih ada", tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....