Kayu Bakar Masih Jadi Andalan Ibu Rumah Tangga

  • 23 Apr 2026 11:10 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Di saat kompor gas sudah masuk ke hampir setiap rumah, Nek Mi, 65 tahun, warga Gampong Lapang, Kota Meulaboh, tetap setia dengan tungku kayu bakar. Baginya, dapur tanpa kepulan asap tipis dari kayu mangga terasa ada yang kurang, apalagi saat memasak Kuah Beulangong atau Sie Reuboh untuk keluarga besar.

“Dari muda sampai sekarang sudah cucu tiga, saya masak tetap pakai kayu. Kalau pakai gas, gulai cepat masak tapi rasanya hambar. Kayu bakar itu apinya pelan, panasnya rata. Bumbu bisa meresap sampai ke tulang,” tutur Nek Mi sambil menyusun kayu di halaman belakang rumahnya, Rabu, 23 April 2026.

Menurut Nek Mi, selain soal rasa, kayu bakar jauh lebih irit untuk masakan porsi besar. Sekali kenduri kecil, ia bisa menghabiskan satu ikat kayu seharga Rp20 ribu untuk memasak Kuah Beulangong 5 kilogram selama hampir 4 jam. “Kalau pakai gas, bisa dua tabung. Sayang uangnya. Kayu ini ambil di kebun belakang, tinggal jemur sampai kering,” ujarnya.

Nek Mi bukan satu-satunya. Di kampungnya, hampir semua ibu rumah tangga masih menyimpan tungku, meski sudah punya kompor gas. Kayu bakar jadi andalan terutama saat hajatan, bulan puasa, dan ketika harga gas melon naik. “Anak saya di kota sudah pakai kompor listrik. Tapi kalau pulang kampung, mintanya tetap masakan dari tungku. Katanya kangen wangi asapnya,” kata Nek Mi sambil tertawa.

Meski setia pada tradisi, Nek Mi paham betul soal risiko asap. Dapurnya sengaja dibuat semi terbuka dengan lubang angin di atas dan cerobong bambu setinggi atap. Ia juga pantang memakai kayu basah atau membakar plastik. “Kayu harus kering betul. Kalau berasap tebal sampai mata pedih, berarti ada yang salah. Masakan nggak enak, dada pun sesak,” pesannya.

Bagi Nek Mi dan ibu-ibu di Meulaboh, kayu bakar bukan sekadar alat masak. Ia adalah penjaga rasa, pengikat keluarga, dan bukti bahwa warisan dapur nenek moyang masih relevan. Asalkan caranya benar, tungku kayu bakar akan terus mengepul, menandakan ada masakan penuh cinta yang sedang disiapkan untuk orang rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....