Batik Bukan Kain Kuno, tapi Fashion yang di Akui UNESCO

  • 18 Apr 2026 12:21 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Citra batik sebagai kain kuno yang hanya dipakai dalam acara adat atau formal kini telah bergeser total. Batik telah bertransformasi menjadi fashion item yang modern, dinamis, dan diakui secara global.

Sebagai warisan budaya tak benda yang dikukuhkan UNESCO sejak 2 Oktober 2009, batik Indonesia kini tampil sebagai gaya hidup yang stylish dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dilansir RRI dari berbagai sumber, UNESCO secara resmi menetapkan batik sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity karena tekniknya yang unik, melibatkan proses pelukisan lilin panas (malam) yang menuntut ketelitian tinggi, serta sarat akan simbolisme.

Memasuki tahun 2026, batik semakin mendominasi tren fashion global. Batik tidak lagi sekadar kemeja kaku, melainkan bertransformasi menjadi outerwear, jumpsuit, gaun asimetris, hingga busana unisex dan streetwear.

Inovasi ini terlihat jelas dari munculnya motif batik Indonesia dalam koleksi Spring/Summer 2026 merek internasional seperti Aimé Leon Dore, yang memadukan pola tradisional dengan gaya kasual modern.

Batik saat ini juga mengusung konsep sustainable fashion atau mode berkelanjutan. Banyak pengrajin beralih ke warna alam dan teknik eco-print yang ramah lingkungan, menjadikannya sangat relevan dengan tren mode global yang peduli lingkungan.

Perpaduan antara teknik tradisional dan teknologi digital juga melahirkan motif-motif baru yang lebih segar, membuktikan bahwa batik adalah fashion yang fleksibel, tidak kuno, dan terus beradaptasi dengan zaman.

Dengan pengakuan UNESCO dan inovasi tanpa henti, batik Indonesia telah mengukuhkan posisinya sebagai fashion kelas dunia yang melampaui batas budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....