Makan Bersama Warnai Tradisi Sakral Kenduri Jirat
- 09 Apr 2026 23:09 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID,Meulaboh-Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Desa Blang Brandang, Aceh Barat, saat warga setempat menggelar tradisi tahunan Kenduri Jirat. Ritual adat yang telah turun-temurun ini terasa sangat sakral, di mana seluruh lapisan masyarakat berkumpul di area pemakaman keluarga untuk memberikan penghormatan kepada leluhur.
Tradisi ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan menjadi momentum penting bagi warga untuk mempererat tali silaturahmi antara kerabat, baik yang berdomisili di desa maupun yang datang dari perantauan.
Pelaksanaan Kenduri Jirat diawali dengan pembacaan doa dan zikir bersama di sekitar makam sebagai bentuk pengabdian kepada keluarga yang telah tiada. Setelah doa selesai dipanjatkan, warga melanjutkan prosesi dengan tradisi membasuh muka menggunakan air yang telah disediakan, sebuah simbol penyucian diri dan penghormatan. Momen ini menjadi pembuka sebelum memasuki acara puncak yang paling dinanti-nantikan oleh seluruh peserta, yakni makan bersama di area pemakaman.
Khalis, salah seorang warga Desa Blang Brandang, menuturkan kepada RRI bahwa kegiatan ini merupakan rutinitas yang dijadwalkan secara tetap setiap tahunnya. Untuk Desa Blang Brandang sendiri, Kenduri Jirat biasanya dilaksanakan tepat pada hari ke-20 Lebaran Idul Fitri. Penetapan waktu tersebut dirasa tepat karena sebagian besar pemudik masih berada di kampung halaman, sehingga suasana kekeluargaan yang tercipta menjadi lebih terasa hangat dan mendalam.
Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para warga yang berpartisipasi dalam kenduri ini. Masing-masing keluarga memasak beragam lauk pauk khas Aceh di rumah mereka sendiri, yang kemudian dibawa ke lokasi makam untuk dibagikan dan dinikmati bersama warga lainnya. Sistem berbagi makanan ini menciptakan suasana kebersamaan yang luar biasa, di mana tidak ada sekat antar warga saat mereka duduk bersila dan menyantap hidangan di atas hamparan tikar.
Melalui Kenduri Jirat, warga Desa Blang Brandang berharap nilai-nilai luhur dari para pendahulu dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi muda. Selain sebagai pemenuhan kewajiban spiritual, acara ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kerukunan antar sesama. Khalis dan warga lainnya berharap tradisi sakral yang penuh dengan nuansa gotong royong ini dapat terus terlaksana setiap tahunnya sebagai identitas budaya masyarakat Aceh Barat yang tak lekang oleh waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....