Kenali Ciri- Ciri Terasi Berbahaya Bagi Tubuh
- 22 Sep 2024 21:20 WIB
- Meulaboh
KBRN, Meulaboh: Siapa yang tak kenal terasi, bumbu masakan yang memiliki bau yang sangat khas ini, sering digunakan untuk campuran masakan. Selain itu, terasi juga sering ditambahkan ke dalam sambal yang membuat rasanya lebih tambah nikmat.
Terasi juga mengandung protein yang baik bagi tubuh jika dibuat dari ikan dan udang segar. Namun sayangnya, tidak semua terasi yang dijual di pasar menggunakan bahan- bahan yang segar dan layak. Ada beberapa produsen nakal yang menggunakan bahan kimia untuk campuran terasi agar tetap awet dan menarik. Mengutip situs resmi BPOM pada Minggu (22/9/2024), banyak produsen terasi menggunakan bahan berbahaya pada pangan, khususnya Rhodamin B.
Rhodamin B merupakan pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal, berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau, dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar/berfluorosensi. Rhodamin B merupakan zat warna golongan xanthenes dyes yang digunakan pada industri tekstil dan kertas, sebagai pewarna kain, kosmetika, produk pembersih mulut, dan sabun. Nama lain rhodamin B adalah D and C Red no 19. Food Red 15, ADC Rhodamine B, Aizen Rhodamine, dan Brilliant Pink.
Penggunaan Rhodamin B dalam pangan tentunya berbahaya bagi kesehatan. Adanya produsen pangan yang masih menggunakan rhodamin B pada produknya mungkin dapat disebabkan oleh pengetahuan yang tidak memadai mengenai bahaya penggunaan bahan kimia tersebut pada kesehatan dan juga karena tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah. Selain itu, rhodamin B sering digunakan sebagai pewarna makanan karena harganya relatif lebih murah daripada pewarna pangan, warna yang dihasilkan lebih menarik dan tingkat stabilitas warnanya lebih baik daripada pewarna alami
Jika dikonsumsi berulang-ulang Rhodamin B dapat menimbulkan efek toksik akumulatif yang tidak langsung muncul. Rhodamin B dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan, iritasi kulit, iritasi pada mata, iritasi pada saluran pencernaan, keracunan, gangguan hati/liver dan yang paling serius adalah kanker.
Salah satu ciri-ciri pangan yang menggunakan bahan berbahaya pewarna tekstil rhodamin B yaitu pangan warnanya cerah mengkilap dan lebih mencolok, terkadang warna terlihat tidak homogen (rata), ada gumpalan warna pada produk, dan bila dikonsumsi rasanya sedikit lebih pahit. Biasanya produk pangan yang mengandung rhodamin B tidak mencantumkan kode, label, merek, atau identitas lengkap lainnya.
Selain terasi, Rhodamin B sering disalah gunakan pada pembuatan kerupuk, cabe merah giling, agar-agar, aromanis/kembang gula, manisan, sosis, sirup, minuman, dan lain-lain. Untuk mencegah efek jangka panjang dari rhodamin B akibat tertelan secara tidak sengaja, maka lebih baik dilakukan tindakan pencegahan dalam memilih pangan, dengan cara:
1. Lebih teliti dalam membeli produk pangan, misalnya dengan menghindari jajanan yang berwarna terlalu menyolok, terutama jajanan yang dijual di pinggir jalan.
2. Hindari pangan kemasan yang tidak memiliki nomor izin edar MD/ML/PIRT.
3. Tidak membeli produk yang tidak mencantumkan informasi komposisi pada labelnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....