Fenomenal Hari Pertama Sekolah Rebutan Kursi Keramat

  • 16 Jul 2024 15:47 WIB
  •  Meulaboh

KBRN Meulaboh: Hari pertama masuk sekolah menjadi sangat penomenal bagi pelajar yang baru saja menikmati libur akhir semester. Mungkin beberapa siswa masih ingin menikmati libur namun pihak sekolah sudah menetapkan hari Senin, (15/7/2024) untuk kembali bersekolah.

Pada program Obrolan Jreng Pro2 (Obeng), presenter pro2, Daffa Ismail mencoba untuk mengangkat topik kursi keramat yang sangat di incar oleh siswa. Tapi yang harus dipahami bahwa apa tujuan dari mengincar bangku keramat tersebut.

Apakah benar untuk menjadikan anak yang pintar, rajin, berbakat atau bisa menguasai semua pelajaran, atau alasan lain yang seperti pengalaman orang tua anak yang dulunya duduk di bangku depan bisa merasakan kenyamanan dan perhatian penuh dari dewan guru.

Tidak jarang kita lihat di hari pertama masuk sekolah ibu-ibu sudah sibuk pagi-pagi bergegas untuk mengantarkan anaknya ke sekolah demi mendapatkan kursi keramat, sebenarnya apa tujuan dari berburu bangku paling depan yang dilakukan oleh siswa tersebut!.

Sarifah siswa disabiltas pada live telfon bersama pro2 Menyebutkan bahwa disekolah dia selalu mendapatkan tempat duduk di depan karena jika duduk di belakang Sarifah tidak bisa melihat tulisan guru di papan tulis dengan baik.

Sarifah merupakan siswa disabilitas tuna netra, ini mungkin jadi salah satu alasan orang tua menginginkan anaknya duduk di bangku depan agar mereka bisa melihat tulisan dewan guru dengan baik tampak terganggu jarak pandang.

Sedangkan menurut chika menyebutkan bahwa duduk di kursi depan itu tidak begitu penting, yang penting adalah guru bisa menerapkan ruangan belajar yang aman dan nyaman. Ia menyarankan untuk posisi duduk paling depan itu di isi oleh anak-anak yang bandel agar selalu mendapatkan pengawasan guru.

Akhirnya menjadi siswa yang baik dan pintar, jadi berburu kursi depan itu bagi Chika tidak begitu penting, duduk di belangku belakang pun anak bisa pintar jika tekun belajar disekolah dan di rumah juga belajar bersama orang tua.

Umi Salamah, penelpon lainnya pada program Obeng Pro2 juga menyebutkan bahwa meskipun hari pertama berebut kursi depan, mungkin nanti guru bisa memindahkan murid tersebut dengan alasan tertentu.

Seperti yang dialaminya bahwa guru sering memindahkan dirinya ke bangku depan karena postur tubuhnya yang tidak terlalu tinggi, jadi kalau duduk di belakang bisa tidak terlihat oleh guru dari depan, atau sebaliknya murid tidak dapat melihat tulisan di papan tulis.

Akhirnya guru meminta untuk memindahkan dirinya untuk duduk di depan, begitu juga sebaliknya bagi murid yang memiliki postur tubuh yang tinggi, intinya ruangan kelas itu harus aman, nyaman dan tenang, agar murid bisa belajar dengan baik.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....