Kesetaraan Gender Dimulai dari Pembagian Peran di Rumah

  • 31 Agt 2026 14:40 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kesetaraan gender tidak hanya berkaitan dengan kesempatan perempuan dan laki-laki di ruang publik, tetapi juga menyangkut pembagian peran di dalam rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Psikolog Diyah Pratiwi, S.Psi., M.Sos dalam program Pengarusutamaan Gender RRI Meulaboh yang membahas tema perempuan dan kesetaraan.

Diyah menjelaskan, perempuan pada dasarnya memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk berperan di ruang publik. Namun, beban domestik yang masih banyak dibebankan kepada perempuan dapat menjadi salah satu tantangan ketika perempuan menjalankan peran di dunia kerja.

"Peran domestik itu dibebankan hampir seluruhnya kepada perempuan. Jadi kadang-kadang yang menghambat karier kita di ranah publik karena beban psikologis dan fisik di rumah tangga," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat perempuan menjalankan peran ganda, yakni sebagai pekerja sekaligus pengelola rumah tangga. Karena itu, pembagian tugas domestik antara pasangan dinilai penting untuk menjaga keseimbangan kehidupan keluarga.

Diyah menegaskan, kesetaraan bukan berarti perempuan harus bersaing atau menjadi sama dengan laki-laki. Kesetaraan justru dapat diwujudkan melalui kerja sama dalam menjalankan tanggung jawab keluarga.

"Perempuan tidak perlu bersaing untuk sama dengan laki-laki. Kita tidak pernah sama. Tetapi kita ingin bersama-sama menjalankan peran di rumah tangga," katanya.

Ia mencontohkan sejumlah pekerjaan sederhana yang dapat dibagi antara suami dan istri, seperti mengantar anak ke sekolah, mencuci peralatan makan, mengelola pekerjaan rumah, maupun menyelesaikan berbagai kebutuhan keluarga

Pembagian tugas tersebut, lanjutnya, juga perlu dikenalkan kepada anak sejak dini agar pekerjaan domestik tidak dipandang sebagai tanggung jawab berdasarkan jenis kelamin.

Diyah juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara pasangan sebelum dan selama menjalankan kehidupan rumah tangga. Menurutnya, pembagian tanggung jawab perlu dibicarakan secara terbuka agar tidak menimbulkan beban maupun konflik di kemudian hari.

"Hal-hal ini harus dibicarakan sejak awal sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan," ujarnya.

Ia berharap, penerapan kesetaraan gender di lingkungan keluarga dapat membantu menciptakan relasi yang lebih sehat antara suami, istri, dan anak.

Menurutnya, keluarga yang mampu berbagi tanggung jawab akan memberikan ruang bagi setiap anggota keluarga untuk tetap menjalankan peran sosial sekaligus menjaga kesejahteraan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....