Jasa Raharja Sosialisasikan Keselamatan Berlalu Lintas di RRI Meulaboh

  • 27 Agt 2026 11:34 WIB
  •  Meulaboh

RRI,CO.ID, Meulaboh- PT Jasa Raharja Cabang Meulaboh bersama Satlantas Polres Aceh Barat menggelar sosialisasi disiplin dan keselamatan berlalu lintas di Aula Tri Prasetya RRI Meulaboh, Rabu26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi upaya meningkatkan pemahaman tentang keselamatan berkendara dan perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Cabang Meulaboh, Ilham Suandi, mengatakan sosialisasi juga bertujuan memberikan pemahaman mengenai tugas Jasa Raharja, sehingga peserta dapat meneruskan informasi kepada masyarakat dan keluarga.

“Dengan sosialisasi ini kita lakukan untuk memberikan informasi mengenai tugas Jasa Raharja, agar bisa menjadi penyambung informasi, baik itu bagi masyarakat, rekan-rekannya maupun bagi keluarganya,” ujar Ilham.

Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Aceh Barat, Aipda M. Harist Nur, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara. Ia menyebut kecelakaan dapat dipengaruhi faktor manusia, termasuk kurangnya konsentrasi dan kecepatan kendaraan.

Menurut Harist, keselamatan harus menjadi perhatian utama setiap pengendara dengan tetap mematuhi aturan dan menghargai pengguna jalan lainnya.

“Utamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, menghargai hak pengguna jalan. Marilah kita tertib dari diri kita sendiri supaya kita selamat di jalan raya,” kata Harist.

Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja juga menjelaskan perlindungan yang diberikan kepada korban kecelakaan. Korban meninggal dunia memperoleh santunan sebesar Rp50 juta, sedangkan korban luka-luka mendapat jaminan biaya perawatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ilham menyebut sepanjang 2025 Jasa Raharja menyalurkan sekitar Rp10,7 miliar santunan di wilayah pantai barat Aceh. Sekitar Rp8,75 miliar di antaranya diberikan kepada korban meninggal dunia.

Ia mengatakan tingginya angka santunan tersebut menjadi gambaran bahwa fatalitas kecelakaan di wilayah pantai barat Aceh masih perlu mendapat perhatian, terutama karena korban banyak berasal dari usia produktif dan pelajar.

Sosialisasi ditutup dengan diskusi mengenai berbagai persoalan keselamatan berlalu lintas, termasuk kecelakaan akibat melawan arus dan pentingnya kepatuhan terhadap aturan di jalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....