Efek Bully dan Cara Mengatasinya
- 18 Agt 2026 12:37 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID , Meulaboh - Bully adalah perilaku yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk menyakiti, mengintimidasi, mempermalukan, atau menguasai orang lain,
baik secara fisik, verbal, sosial, maupun psikologis.
Perilaku ini umumnya dilakukan secara berulang dan melibatkan ketimpangan kekuatan antara pelaku dan korban.
Kasus perundungan (bullying) terus menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak dan remaja.
Tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah reguler, inklusi, maupun Sekolah Luar Biasa (SLB), tindakan ini kerap ditemukan dalam lingkungan keluarga.
Korban umumnya adalah anak-anak yang dianggap lebih lemah atau sulit membela diri.
Seiring pesatnya perkembangan teknologi, perundungan kini tidak hanya terbatas pada aksi fisik atau verbal secara langsung,
melainkan juga marak di dunia maya (cyberbullying) melalui media sosial dan aplikasi pesan.
Dampak Serius dan Ciri-Ciri Anak Korban Perundungan
Tindakan perundungan yang dibiarkan dapat memicu dampak fatal bagi korban, mulai dari penurunan prestasi belajar, kecemasan, depresi, maladaptive daydreaming,
penyalahgunaan zat adiktif, hingga dorongan menyakiti diri sendiri dan bunuh diri.
Orang tua diimbau untuk peka terhadap perubahan perilaku anak yang menjadi indikasi awal korban perundungan, antara lain
- Perubahan Fisik & Barang Pribadi, Adanya luka memar tanpa alasan jelas, serta barang-barang pribadi yang sering hilang atau rusak.
- Perubahan Emosional & Perilaku , Tampak murung, cemas pascamenggunakan ponsel, mengalami gangguan tidur, nafsu makan menurun, atau mendadak kabur dari rumah.
- Penurunan Aktivitas Sosial , Menolak berangkat ke sekolah, enggan bergaul, atau tiba-tiba kehilangan teman.
Langkah Penanganan dan Pencegahan oleh Orang Tua
Untuk menghentikan rantai perundungan dan melindungi mental anak, orang tua dapat mengambil peran aktif melalui beberapa langkah strategis
Ajak anak berbicara dari hati ke hati tanpa menghakimi. Yakinkan anak bahwa ia aman dan tidak sendirian.
Ajarkan anak untuk berani berkata tegas seperti ,jangan ganggu saya ,tanpa perlu membalas dengan kekerasan, serta dorong anak untuk melapor kepada guru atau orang dewasa tepercaya.
Jika terjadi di sekolah, orang tua perlu berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah agar pelaku dapat ditindak dan orang tua pelaku dipanggil.
Jika anak menjadi pelaku perundungan, ajak berdiskusi untuk mencari penyebabnya dan berikan pemahaman bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoler .
Sertakan anak—baik korban maupun pelaku—dalam sesi konseling guna memperbaiki pola pikir dan perilaku.
Orang tua harus memberikan contoh perilaku penuh kasih sayang dan saling menghargai di rumah, karena anak akan meniru sikap orang tuanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....