Mahasiswa USK Kembangkan Sabun Neuro-Aromaterapi Berbasis Nilam dan Kenanga
- 07 Agt 2026 16:26 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kreativitas mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali melahirkan inovasi berbasis potensi lokal. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K), mereka mengembangkan sabun cair berbasis neuro-aromaterapi yang memanfaatkan minyak atsiri nilam dan kenanga khas Aceh sebagai bahan utama.
Inovasi tersebut berhasil memperoleh pendanaan nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
Anggota Tim PKM-K USK, Thahara Salsabila, mengatakan pendanaan yang diterima mencapai Rp6,9 juta untuk mendukung pengembangan inovasi tersebut.
“Pendanaan yang diraih tersebut dari pengembangan minyak nilam atau Pogostemon cablin dan kenanga atau Cananga odorata. Nilai pendanaan sebesar Rp6,9 juta,” ujar Thahara.
Produk yang diberi nama SERA atau Sequential Emotional Release Aromatherapy dikembangkan oleh Imania Hardiana dan Thahara Salsabila dari Program Studi Farmasi Angkatan 2025 serta Cut Indira Amalia dari Program Studi Akuntansi Angkatan 2025 di bawah bimbingan Dara Sukma Ratmelya.
Menurut Thahara, Program Kreativitas Mahasiswa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki manfaat bagi masyarakat serta berpotensi dikembangkan menjadi produk kewirausahaan.
“SERA yang merupakan singkatan dari Sequential Emotional Release Aromatherapy dikembangkan dengan mengangkat dua komoditas unggulan Aceh yang telah dikenal luas, yaitu minyak atsiri nilam dan kenanga,” tuturnya.
Ia menjelaskan, nilam Aceh merupakan komoditas atsiri unggulan Indonesia yang telah lama menjadi produk ekspor, sedangkan kenanga dikenal memiliki aroma khas yang banyak dimanfaatkan dalam industri parfum dan aromaterapi.
“Melalui inovasi ini, kedua bahan lokal tersebut diolah menjadi sabun yang memberikan nilai tambah sekaligus memperluas pemanfaatan sumber daya alam Aceh dalam industri personal care,” imbuhnya.
Sabun cair SERA dirancang menggunakan formulasi neuro-aromaterapi yang mampu melepaskan aroma secara bertahap sehingga memberikan sensasi yang lebih tahan lama saat digunakan. Produk tersebut ditujukan untuk membantu memberikan rasa nyaman sekaligus mendukung regulasi stres, terutama bagi masyarakat dengan aktivitas yang padat.
Inovasi mahasiswa USK itu juga telah dipamerkan pada pameran produk inovasi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK sebagai bagian dari pengenalan hasil karya mahasiswa kepada masyarakat.
Melalui keberhasilan meraih pendanaan nasional, tim berharap inovasi berbasis kekayaan alam Aceh tersebut dapat terus dikembangkan sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap produk inovasi tersebut menjadi contoh bagaimana kekayaan sumber daya alam Aceh dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang tidak hanya memiliki potensi ekonomi, tetapi juga mampu memperkenalkan identitas daerah melalui inovasi berbasis riset,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....