Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan

  • 30 Jul 2026 13:11 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Komitmen menjaga kelestarian lingkungan diwujudkan melalui aksi penanaman lebih dari 500 batang bambu oleh Volunteers SIGAP Air bersama Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar, didukung pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat Desa Pasi Birah, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 ini dilaksanakan di 13 titik sepanjang bantaran Sungai Woyla dengan jarak antartitik sekitar 40–50 meter. Lokasi penanaman dipilih berdasarkan tingkat kerawanan erosi dan potensi longsor tebing sungai. Kegiatan ini bertujuan memperkuat stabilitas bantaran sungai, mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi daerah aliran sungai (DAS).

Penanaman bambu merupakan bagian dari penerapan Bioengineering, yaitu teknik konservasi berbasis vegetasi untuk memperkuat tebing sungai, mengurangi erosi, meningkatkan infiltrasi air, serta menjaga keseimbangan ekosistem daerah aliran sungai. Ketua Tim PPK Ormawa HMTS-UTU, Fahri Dwi Alfhi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Nature-based Solutions (NbS) untuk meningkatkan ketahanan lingkungan. "Penanaman bambu bukan hanya penghijauan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menjaga stabilitas bantaran Sungai Woyla sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Ir. Cut Suciatina Silvia, S.T., M.T., IPM., menyampaikan bahwa bioengineering dengan bambu merupakan solusi yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam memperkuat tebing sungai, sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu teknik sipil secara langsung di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program SIGAP Air (Pengelolaan Air Terpadu Berbasis Filtrasi, Bioengineering, dan Digitalisasi Menuju Desa Tangguh Bencana) yang diinisiasi Tim PPK Ormawa HMTS Universitas Teuku Umar. Melalui kolaborasi mahasiswa, relawan, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu mewujudkan bantaran Sungai Woyla yang lebih hijau, lebih stabil, dan lebih tangguh terhadap ancaman erosi maupun banjir serta menjadi contoh penerapan mitigasi bencana berbasis alam yang berkelanjutan di tingkat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....