Kelola Keuangan dan Investasi Jadi Kunci Amankan Masa Depan Finansial
- 22 Jul 2026 22:06 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Mengelola pemasukan dan pengeluaran menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi finansial di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan tekanan inflasi. Hal tersebut disampaikan Dosen Ekonomi Syariah sekaligus Kepala P3M STAI Darul Hikmah Aceh Barat, Arizul Zuwar, M. Pd. dalam program “Inflasi dan Investasi” di RRI.
Arizul menjelaskan, inflasi menyebabkan daya beli uang terus menurun. Nilai nominal uang mungkin tetap sama, namun kemampuan membeli barang dan jasa semakin berkurang dari waktu ke waktu. Karena itu, masyarakat perlu memiliki strategi dalam mengelola keuangan agar tidak terdampak kondisi ekonomi.
Menurutnya, kunci utama pengelolaan finansial adalah keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Ia mengingatkan agar masyarakat mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, terutama di era digital yang mendorong perilaku konsumtif melalui berbagai platform belanja dan media sosial.
“Sering kali masalah keuangan bukan karena pendapatan yang kecil, tetapi karena pengeluaran yang tidak terkontrol. Kita perlu memahami apakah sesuatu yang dibeli benar-benar kebutuhan atau hanya karena tren dan gengsi,” ujar Arizul.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap jebakan pinjaman online dan perilaku konsumtif yang dapat menimbulkan masalah finansial hingga berdampak pada kesehatan mental.
Untuk menjaga keuangan tetap stabil, Arizul menyarankan masyarakat mulai mencatat setiap pengeluaran, membuat skala prioritas, serta menyediakan dana darurat. Menurutnya, pencatatan sederhana dapat membantu mengevaluasi kebiasaan belanja dan mengetahui ke mana uang digunakan setiap bulan.
Terkait investasi, ia menjelaskan bahwa pilihan investasi harus disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu kebutuhan. Investasi dapat dilakukan melalui berbagai instrumen seperti emas, deposito, reksa dana, saham, maupun aset lainnya, namun masyarakat harus memahami risiko dan karakteristik masing-masing instrumen sebelum berinvestasi.
“Investasi tidak harus dimulai dengan jumlah besar. Yang penting kebutuhan utama sudah terpenuhi dan ada sisa pendapatan yang bisa disisihkan secara bertahap,” jelasnya.
Selain mengatur keuangan, Arizul juga mengajak masyarakat menerapkan langkah sederhana untuk menghemat pengeluaran rumah tangga, salah satunya dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai, kunyit, dan sayuran.
Ia menambahkan, kebiasaan kecil dalam mengelola uang sejak dini juga penting diterapkan kepada anak-anak agar mereka memahami bahwa mendapatkan sesuatu membutuhkan usaha dan tanggung jawab.
Di akhir perbincangan, Arizul berpesan agar masyarakat selalu menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansial, tidak memaksakan diri mengikuti tren, serta membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi demi masa depan.
“Catat pengeluaran, prioritaskan kebutuhan, dan jangan selalu membeli semua hal yang diinginkan. Kebiasaan sederhana hari ini akan menentukan kondisi finansial kita di masa depan,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....