Generasi Muda Harus Jadi Pelopor Revitalisasi Budaya Lokal
- 10 Jun 2026 22:49 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID: Meulaboh: Revitalisasi budaya lokal menjadi langkah penting untuk memastikan warisan budaya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Di era digital saat ini, generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga sekaligus memperkenalkan kembali budaya daerah kepada masyarakat luas.
Hal tersebut disampaikan oleh Junaidi, M. Kom.I selaku dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Meulaboh dalam dialog Sore Ceria bertema “Revitalisasi Budaya Lokal untuk Generasi Mendatang”. Menurutnya, budaya lokal merupakan aset berharga yang tidak hanya mencerminkan identitas suatu daerah, tetapi juga menjadi bagian dari jati diri bangsa yang harus terus dijaga keberadaannya.
Junaidi menjelaskan bahwa derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi telah membawa banyak perubahan dalam pola hidup masyarakat, terutama generasi muda. Di satu sisi, kemajuan tersebut memberikan berbagai kemudahan. Namun di sisi lain, jika tidak disikapi dengan bijak, dapat menyebabkan semakin berkurangnya minat terhadap budaya dan tradisi lokal.
"Budaya lokal adalah warisan yang mengandung nilai-nilai kehidupan, kebersamaan, dan identitas masyarakat. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk mengenal, memahami, dan melestarikannya agar tidak hilang ditelan zaman," ujarnya.
Menurut Junaidi, pelestarian budaya tidak harus dilakukan dengan cara-cara konvensional semata. Pemanfaatan teknologi digital justru dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan budaya lokal kepada generasi masa kini. Melalui media sosial, platform video, maupun berbagai karya kreatif berbasis digital, budaya lokal dapat dikemas lebih menarik dan mudah diterima oleh kalangan muda.
Ia mencontohkan berbagai kesenian tradisional, bahasa daerah, cerita rakyat, hingga kuliner khas dapat dipromosikan melalui konten kreatif yang sesuai dengan tren saat ini. Dengan demikian, budaya lokal tidak hanya dikenal oleh masyarakat setempat, tetapi juga berpotensi menjangkau audiens yang lebih luas hingga tingkat nasional maupun internasional.
| Baca juga: Kehangatan Makan Lesehan di Hari Raya Kurban |
Selain pemanfaatan teknologi, Junaidi menilai pendidikan memiliki peran penting dalam proses revitalisasi budaya. Penanaman nilai-nilai budaya sejak usia dini melalui lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas menjadi fondasi yang kuat dalam membangun rasa bangga terhadap budaya daerah.
"Anak-anak perlu dikenalkan dengan budaya lokal sejak dini. Ketika mereka memahami nilai dan makna yang terkandung di dalamnya, maka akan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab untuk melestarikannya," katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya revitalisasi budaya lokal membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, pelaku seni, komunitas budaya, hingga masyarakat umum. Sinergi tersebut diperlukan untuk menciptakan ruang-ruang kreatif yang mampu menghidupkan kembali berbagai tradisi dan kearifan lokal di tengah kehidupan modern.
Junaidi berharap generasi muda tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga menjadi pelaku yang aktif dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa. Menurutnya, dengan semangat inovasi dan kreativitas, budaya lokal dapat terus berkembang tanpa cc kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khasnya.
Melalui revitalisasi budaya lokal yang berkelanjutan, warisan leluhur diharapkan tetap lestari dan mampu menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang. "Budaya lokal adalah identitas kita. Jika kita mampu menjaganya bersama, maka kita sedang menjaga masa depan bangsa," tutup Junaidi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....