Listrik Padam Wilayah Aceh-Sumatera, Warga Serbu Antrean SPBU

  • 24 Mei 2026 14:20 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID,Meulaboh- Suasana Jumat malam, 22 Mei 2026, di sejumlah wilayah Aceh diwarnai dengan kepanikan warga akibat pemadaman listrik massal yang melanda jaringan Aceh-Sumatera. Berdasarkan pantauan langsung tim RRI di SPBU Kuta Padang, antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular panjang hingga ke badan jalan. Ratusan warga berbondong-bondong memadati stasiun pengisian bahan bakar tersebut demi mengamankan pasokan minyak untuk berbagai kebutuhan darurat.

Kondisi silih bergantinya kendaraan yang masuk ke area SPBU membuat para petugas harus bekerja ekstra keras untuk mengatur jalannya pengisian. Menariknya, pemandangan di lokasi tidak hanya dipadati oleh kendaraan, tetapi juga terlihat banyak warga yang membawa jeriken berbagai ukuran untuk mengisi minyak.

Rasa khawatir yang mendalam masih membayangi sebagian besar masyarakat yang sedang mengantre dengan wadah penampung minyak tersebut. Saat diwawancarai oleh RRI di lokasi, salah satu warga yang ikut mengantre minyak, Fajar, mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk langsung berburu bahan bakar. Fajar mengatakan dirinya merasa trauma karena Aceh pernah mengalami insiden padam listrik dalam waktu yang cukup lama di masa lalu, sehingga ia memilih bersiap diri dengan menyetok minyak sebelum terlambat.

Selain faktor trauma masa lalu, kebutuhan ekonomi yang mendesak juga menjadi alasan utama mengapa masyarakat rela menjinjing jeriken dan berdiri berjam-jam di tengah kegelapan malam. Beberapa warga di barisan antrean lainnya mengatakan bahwa mereka sangat memerlukan minyak untuk kebutuhan jualan dan operasional usaha mikro mereka. Tanpa adanya pasokan bensin atau solar yang cukup di dalam jeriken tersebut, generator set (genset) milik mereka tidak akan bisa berfungsi untuk menyalakan lampu tempat usaha pada esok hari.

Hingga menjelang tengah malam, pihak SPBU KUtapadang masih terus melayani masyarakat yang datang silih berganti membawa jeriken dan kendaraan dengan pengawalan dari petugas keamanan setempat agar situasi tetap kondusif. Meskipun di beberapa lokasi pasokan listrik dilaporkan sudah mulai normal kembali, fenomena antrean panjang ini menjadi bukti nyata betapa tingginya ketergantungan masyarakat terhadap stabilitas energi. Warga berharap pihak PLN dapat segera menuntaskan pemulihan jaringan secara menyeluruh di seluruh pelosok wilayah Aceh-Sumatera agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat pulih total.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....