Aksi Siswa SMP ini Jadi Tamparan Pembuang Sampah Sembarangan

  • 03 Mei 2026 23:05 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Di tengah hiruk-pikuk orang dewasa yang sibuk dengan urusannya masing-masing di kawasan Pelabuhan Aceh Barat, ada sebuah pemandangan yang mendadak jadi pusat perhatian. Seorang anak laki-laki yang mulai basah oleh keringat tampak membungkuk berkali-kali, jemarinya dengan cekatan memungut satu demi satu botol plastik dan bungkus makanan yang terselip di antara bebatuan pelabuhan.

Ia adalah Nawa, seorang siswa kelas satu SMP yang hadir dengan sebuah pesan bisu namun tajam bagi siapa saja yang masih hobi membuang sampah sembarangan.

Nawa tidak datang dengan orasi panjang atau spanduk besar. Ia datang hanya dengan sepasang tangan dan sebuah kantong sampah besar. Kehadirannya dalam aksi bersih-bersih yang diinisiasi oleh Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Aceh Barat ini seolah menjadi tamparan keras bagi para orang dewasa. Di saat banyak orang masih abai terhadap kebersihan fasilitas publik, bocah yang baru saja menginjak usia remaja ini justru menunjukkan kualitas karakter yang melampaui usianya.

Saat dihampiri oleh tim RRI di sela-sela kegiatannya, Nawa tampak sedikit canggung. Dengan sikap malu-malu khas remaja seusianya, ia tetap terus bergerak menyisir area pelabuhan tanpa menghentikan aktivitasnya. Meski wajahnya tertunduk saat menjawab pertanyaan, ada ketulusan yang terpancar dari setiap gerakannya. Baginya, apa yang ia lakukan bukanlah sesuatu yang luar biasa, melainkan sebuah kewajaran yang seharusnya dilakukan semua orang.

"Enggak ada paksaan, bu. Memang kemauan sendiri, cuma ingin bersih-bersih saja," ujar Nawa singkat dengan suara pelan sambil memasukkan puntung sampah ke dalam kantongnya. Jawaban sederhana itu seketika membungkam pertanyaan lanjutan. Tidak ada alasan ideologis yang rumit, tidak ada ambisi untuk dipuji; Nawa melakukannya hanya karena ia ingin melihat lingkungannya bersih. Sebuah alasan jujur yang justru sering dilupakan oleh orang dewasa.

Aksi Nawa menjadi pengingat berharga bahwa kesadaran lingkungan tidak mengenal angka pada kartu identitas. Ketua GPL Aceh Barat, Fajar, yang melihat aksi Nawa pun merasa bangga sekaligus terharu. Menurutnya, Nawa adalah bukti nyata bahwa bibit kepedulian terhadap bumi sudah tumbuh di generasi muda. Jika seorang anak kelas satu SMP saja sudah memiliki kesadaran untuk bergerak tanpa paksaan, lantas apa alasan kita untuk tetap diam dan mengotori bumi?

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....