Sunscreen Bukan Cuma Tren, Ini Benteng Anak dari Kanker Kulit

  • 14 Apr 2026 22:49 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • sunscreen anak
  • perlindungan kulit
  • sinar UV
  • kanker kulit
  • kesehatan kulit ana
  • pencegahan kanker kulit
  • kesehatan anak

RRI.CO.ID, Meulaboh - Penggunaan sunscreen atau tabir surya pada anak menjadi langkah krusial dalam melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang berpotensi memicu kanker kulit. Di wilayah tropis seperti Indonesia, indeks UV pada siang hari kerap berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, yakni di atas angka 6 bahkan bisa mencapai 10–11, yang berisiko membahayakan kulit jika tanpa perlindungan.

Paparan sinar UV yang berulang sejak usia dini bersifat kumulatif dan dapat merusak DNA sel kulit. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko kanker kulit serta penuaan dini. Kajian literatur dalam jurnal Scientific Journal (2024) menyebutkan bahwa radiasi UV merupakan salah satu ancaman utama bagi kesehatan kulit karena dapat menyebabkan kerusakan DNA dan meningkatkan risiko kanker kulit.

Selain itu, penelitian dalam Jurnal Surya Medika (2025) juga menegaskan bahwa paparan sinar ultraviolet sangat berkontribusi terhadap penuaan dini, kerusakan sel, hingga pembentukan radikal bebas yang berdampak pada kesehatan kulit.

Dokter kulit merekomendasikan penggunaan sunscreen minimal SPF 30 pada anak saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB ketika intensitas UV berada pada puncaknya. Perlindungan tambahan seperti topi, pakaian tertutup, serta menghindari paparan langsung juga dianjurkan.

Indonesia sebagai negara tropis yang berada di garis khatulistiwa memiliki paparan sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun. Hal ini diperkuat dalam penelitian Journal of Holistics and Health Sciences (2022) yang menyebutkan bahwa sinar matahari di Indonesia mengandung UV-A dan UV-B yang mampu menembus kulit dan merusak DNA, sehingga penggunaan sunscreen menjadi salah satu upaya pencegahan yang penting.

Namun demikian, kesadaran masyarakat terkait penggunaan sunscreen, khususnya pada anak, masih tergolong rendah. Studi Jurnal Farmasi Komunitas Universitas Airlangga (2023) menunjukkan bahwa pengetahuan dan kebiasaan penggunaan sunscreen pada anak usia sekolah masih belum optimal.

Fenomena ini diperkuat oleh penelitian Ranah Research Journal (2024) yang menyebutkan bahwa penggunaan sunscreen di Indonesia masih sering dianggap sekadar tren gaya hidup, bukan sebagai kebutuhan kesehatan.

Padahal, perlindungan kulit sejak dini merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Tanpa perlindungan yang memadai, risiko kerusakan kulit akibat paparan sinar UV akan terus meningkat seiring waktu.

Dengan kondisi indeks UV yang tinggi di Indonesia, para orang tua diharapkan lebih konsisten melindungi anak melalui penggunaan sunscreen sebagai bagian dari kebiasaan harian, bukan hanya saat berlibur atau berada di pantai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....