Mitos atau Fakta: Benarkah Buah Bekas Gigitan Tupai Rasanya Lebih Manis

  • 14 Apr 2026 10:57 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh-Pernahkah Anda sedang memanen buah di kebun, lalu menemukan sebuah mangga atau jambu yang sudah bolong digerogoti tupai? Seringkali, orang tua kita berkata, "Ambil saja yang itu, biasanya kalau sudah dicicipi tupai, rasanya pasti lebih manis."

Fenomena ini telah menjadi buah bibir turun-temurun di masyarakat. Namun, apakah ini hanya mitos hiburan semata agar kita tidak membuang buah yang rusak, atau ada penjelasan ilmiah di baliknya? Mari kita bedah faktanya.

1. Tupai adalah inteligen yang asli

Secara ilmiah, anggapan ini cenderung mendekati Fakta. Tupai (dan beberapa jenis burung) memiliki insting serta indra penciuman yang sangat tajam untuk mendeteksi kandungan gula dalam buah.

Tupai tidak menggigit buah secara acak. Mereka mencari sumber energi terbaik untuk bertahan hidup. Buah dengan kadar gula (glukosa dan fruktosa) yang tinggi memberikan energi lebih besar, sehingga tupai secara alami akan memilih buah yang paling matang sempurna di antara sekian banyak buah di pohon.

2. Proses Pematangan Alami (Etilen)

Ada alasan biologis mengapa bagian yang digigit tupai terasa lebih manis:

  • Deteksi Kematangan: Tupai memilih buah yang sudah mencapai puncak kematangannya, di mana pati dalam buah telah berubah menjadi gula secara maksimal.
  • Respons Luka: Saat tupai menggigit buah, jaringan buah mengalami luka. Hal ini memicu pelepasan gas etilen lebih cepat pada area sekitar gigitan. Gas etilen adalah hormon alami yang mempercepat proses pematangan, sehingga area di sekitar bekas gigitan memang bisa terasa sedikit lebih lembut dan manis dibandingkan sisi lainnya.

3. Faktor Psikologis "Hanya yang Terbaik"

Secara logika, jika ada sepuluh buah mangga dalam satu dahan, tupai akan menggunakan "uji petik" pada yang paling harum dan empuk. Jadi, saat Anda memakan sisa bagian buah tersebut, Anda sebenarnya sedang memakan buah terbaik yang telah dikurasi oleh ahli rasa alami.

Peringatan Kesehatan: Keamanan Konsumsi

Meskipun benar buah tersebut mungkin lebih manis, para ahli kesehatan menyarankan untuk tetap waspada.

Catatan Penting: > Hewan pengerat seperti tupai dapat membawa patogen atau bakteri dalam air liurnya. Jika Anda ingin mengonsumsi buah bekas gigitan tupai:

  1. Pastikan bagian yang digigit dipotong luas dan dibuang.
  2. Cuci bersih sisa buah dengan air mengalir.
  3. Pastikan buah tidak menunjukkan tanda-tasi pembusukan atau jamur akibat luka terbuka tersebut.

Kesimpulan: Pernyataan bahwa buah bekas gigitan tupai lebih manis adalah Fakta. Hal ini bukan karena air liur tupai mengandung pemanis, melainkan karena kecerdasan tupai dalam memilih buah dengan kadar gula tertinggi serta adanya percepatan pematangan akibat hormon etilen pada luka buah.

Jadi, tupai sebenarnya adalah "quality control" alami di kebun Anda!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....